Cokronews KEDIRI – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Kediri masih menghadapi tantangan percepatan. Hingga awal Mei, progres fisik proyek tersebut baru berada di kisaran 40 persen.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, menyampaikan bahwa proyek yang berlokasi di Kelurahan Lirboyo ini ditargetkan rampung sebelum dimulainya tahun ajaran 2026/2027. Namun, capaian pembangunan hingga pekan lalu masih belum mencapai setengah dari keseluruhan pekerjaan.
Ia menjelaskan, angka 40 persen tersebut mengacu pada progres sesuai kontrak awal. Sementara itu, terdapat rencana perubahan kontrak (adendum), salah satunya terkait penyesuaian penggunaan material atap atau genteng. Jika perubahan ini dihitung, progres pekerjaan diperkirakan telah mendekati 47 persen. Meski demikian, karena adendum belum resmi disahkan, pencatatan progres tetap berada di angka sebelumnya.
Penyesuaian tersebut juga berpengaruh pada jadwal pengerjaan. Target penyelesaian tetap dipertahankan, tetapi kemungkinan akan ada perubahan pada rincian timeline agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, yakni sekitar pertengahan Juni.
Proyek yang dibiayai pemerintah pusat dengan nilai lebih dari Rp200 miliar ini mengharuskan kontraktor melakukan penyesuaian teknis, terutama terkait konsep “gentengisasi” bangunan.
Di sisi lain, meskipun Saifullah Yusuf sempat menyampaikan bahwa proses rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat sudah berjalan, di tingkat daerah—khususnya Kota Kediri—informasi tersebut masih belum diterima secara resmi.
Menurut Imam, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat, termasuk terkait mekanisme operasional, perekrutan tenaga pendukung, hingga proses penerimaan siswa. Saat ini, Dinas Sosial tengah menyiapkan berbagai data pendukung, seperti potensi jumlah peserta didik dan kebutuhan tenaga pengajar, yang nantinya akan dikoordinasikan dengan dinas pendidikan.
Dari sisi calon siswa, jumlah anak dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kota Kediri mencapai sekitar 1.200 anak. Mereka menjadi potensi utama untuk mengisi angkatan pertama Sekolah Rakyat di berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Secara keseluruhan, pembangunan SR ini terus dikebut oleh kontraktor PT Nindya Karya bersama mitra kerja sama operasi (KSO). Target penyelesaian proyek ditetapkan pada 20 Juni, sejalan dengan proyek SR tahap kedua lainnya di Jawa Timur.
Kompleks Sekolah Rakyat ini nantinya akan berdiri di atas lahan seluas sekitar 5,1 hektare, tepat di depan balai Kelurahan Lirboyo. Total akan dibangun 22 unit gedung, dengan 14 di antaranya merupakan bangunan dua lantai.
Selain ruang kelas, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti asrama siswa putra dan putri, hunian guru, kantin, masjid, lapangan mini soccer, tempat pengolahan sampah (TPS), hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung konsep pendidikan terpadu dalam satu kawasan.













