Wisata Kediri Panen Pengunjung Saat Libur Panjang sehingga PAD Terdongkrak, Agar Terus Ramai Pemkab Lakukan ini

CokroNews KEDIRI – Momentum libur panjang Lebaran 2026 membawa berkah bagi sektor pariwisata Kabupaten Kediri. Sejumlah destinasi wisata dipadati pengunjung sejak awal masa libur hingga puncak arus balik.

Kondisi ini berdampak pada meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) sektor retribusi kunjungan wisata. Pemkab berhasil mengantongi ratusan juta rupiah selama periode singkat tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi menyebut, libur panjang pada 15–29 Maret, kunjungan wisata di wilayah Kabupaten Kediri terbilang tinggi.

Dari kondisi tersebut, pemerintah daerah mampu mengantongi PAD sebesar Rp 268,7 juta. Capaian itu berasal dari lima objek wisata yang dikelola langsung oleh Pemkab Kediri.

Tren peningkatan terjadi seiring memuncaknya kunjungan saat periode Lebaran.

Mustika mengatakan, berdasarkan data kunjungan, total wisatawan yang tercatat selama periode tersebut mencapai 58.698 orang.

Simpang Lima Gumul (SLG) menjadi destinasi dengan kunjungan tertinggi yakni 31.423 orang. Disusul Waduk Siman sebanyak 11.975 orang, dan Gunung Kelud sebesar 5.196 orang. Beberapa destinasi yang dikelola desa juga mengalami peningkatan.

Seperti Gronjong Wariti di Desa Mejono, Kecamatan Plemahan tercatat mendapat 3.081 pengunjung. Juga, ada Bukit Gandrung Tanggulasi di Desa Medowo, Kecamatan Kandangan mendapat 2.026 pengunjung.

Adapun Pemandian Ubalan dikunjungi 2.015 wisatawan, Wisata Besuki sebanyak 2.658 orang, serta Wisata Corah sebanyak 324 pengunjung. 

Mustika merinci, Gunung Kelud menjadi penyumbang terbesar dengan total Rp 97, 4 juta. Disusul Wisata Besuki sebesar Rp 67 juta. serta Simpang Lima Gumul (SLG) sebesar Rp 52,5 juta. Sementara itu, Pemandian Ubalan menyumbang Rp 46,6 juta dan Wisata Corah sebesar Rp 4, 9 juta. 

Menurut Mustika, kunjungan saat libur lebaran adalah momentum khusus. Yang akan sulit dipertahankan saat hari biasa. Namun, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kunjungan.

Salah satunya terus berusaha berbenah agar destinasi terus menjadi daya tarik dengan melakukan perbaikan baik dari sisi aksesibilitas.

Seperti  jalan di area wisata. Selain itu, menurutnya, penting pula memenuhi amenitas atau fasilitas dan sapras wisata.