Cokronews KEDIRI – Para siswa dari Yayasan Atta’awun di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, yang sebelumnya diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi program makan bergizi gratis (MBG), kini telah kembali menjalani aktivitas belajar di sekolah.
Seluruh korban dilaporkan sudah diperbolehkan pulang setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Simpang Lima Gumul. Sebelumnya, terdapat enam siswa dari jenjang RA dan MI yang terdampak, dengan lima di antaranya harus menjalani rawat inap, sementara satu siswa diperbolehkan pulang lebih awal pada hari pertama kejadian, 27 April.
Direktur RSUD SLG, Tony Widyanto, menyampaikan bahwa seluruh pasien telah dinyatakan pulih. Empat siswa dipulangkan pada 29 April, disusul satu siswa lainnya pada 30 April. Saat ini, tidak ada lagi pasien yang menjalani perawatan inap, dan kondisi mereka cukup stabil untuk melanjutkan pemulihan secara rawat jalan.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Faiz. Ia menjelaskan bahwa meskipun para siswa sudah pulang dari rumah sakit, mereka sempat menjalani masa pemulihan di rumah sebelum akhirnya kembali bersekolah.
Setelah beberapa hari istirahat, para siswa tersebut mulai kembali mengikuti kegiatan belajar pada 4 Mei dalam kondisi sehat.
Di sisi lain, kasus ini mendapat perhatian serius dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Ia menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam program MBG, khususnya terkait aspek kebersihan dan kelayakan produksi makanan.
Bahkan, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan mengambil langkah tegas, termasuk penghentian operasional secara permanen terhadap penyedia layanan jika terbukti melanggar standar yang telah ditetapkan.













