Berita  

Target 63.000 Ton Gula, PG Pesantren Baru Optimistis Hadapi Musim Giling

MEDIA CokroNews.com KEDIRI – Tradisi tebu manten di Pabrik Gula Pesantren Baru kembali digelar dengan meriah pada Selasa (5/5/2026). Tahun ini, prosesi berlangsung lebih semarak dibandingkan sebelumnya sebagai penanda dimulainya musim giling.

Rangkaian acara diawali dengan panen tebu pertama di wilayah Blabak, kemudian dilanjutkan kirab menuju area pabrik. Arak-arakan tersebut melintasi sejumlah kawasan, termasuk Kelurahan Betet, sebelum akhirnya tiba di lokasi utama.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan langsung prosesi tersebut. Selain itu, acara ini menjadi simbol kesiapan pabrik dalam memulai produksi gula tahun 2026.

Puncak acara berlangsung di lapangan tenis area pabrik dan dihadiri berbagai tokoh penting, seperti Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus, serta Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi.

General Manager pabrik, Sugondo, menjelaskan bahwa tradisi tebu manten memiliki makna sebagai sarana komunikasi kepada masyarakat sekaligus tanda bahwa operasional pabrik siap dimulai dalam waktu dekat.

Musim giling tahun ini dijadwalkan dimulai pada 19 Mei 2026. Pihak pabrik menargetkan penggilingan tebu mencapai sekitar 873 ribu ton, dengan rendemen 7,26 persen dan produksi gula lebih dari 63 ribu ton.

Di sisi lain, Mahmudi menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat industri gula nasional. Ia menyebutkan bahwa puluhan pabrik gula berada di bawah naungan PT SGN dan terus didorong untuk meningkatkan produksi demi mencapai target swasembada gula.

Ia bahkan optimistis target swasembada gula konsumsi nasional bisa tercapai lebih cepat dari target awal, yakni sebelum 2028.

Sementara itu, Wali Kota Kediri menilai musim giling memiliki dampak besar terhadap perputaran ekonomi daerah. Aktivitas industri gula dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor, terutama bagi para petani tebu dan pelaku usaha di sekitarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengaturan distribusi tebu selama masa giling agar berjalan tertib dan lancar, sehingga seluruh proses produksi dapat berlangsung optimal.

Leave a Reply