Nganjuk (cokronews.com) —- Menyongsong bergulirnya Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pendidikan secara tegas memasang komitmen tinggi untuk menghadirkan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) yang ramah anak, edukatif, aman, serta steril dari segala bentuk praktik perundungan (bullying) maupun tindakan kekerasan. Program ini dirancang sebagai pijakan awal yang kokoh dalam mencetak generasi muda Anjuk Ladang yang cerdas, berkarakter, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, menjelaskan bahwa MPLS bukan sekadar seremonial formalitas penyambutan siswa baru. Momentum lima hari ini harus dioptimalkan untuk menanamkan pondasi nilai karakter, kedisiplinan, integritas, serta mengonstruksikan budaya belajar yang positif sejak hari pertama menapakkan kaki di sekolah. Menurutnya, penerapan konsep MPLS Ramah Anak merupakan komitmen kolektif demi menjamin kenyamanan psikologis peserta didik agar dapat bertumbuh optimal, baik dari aspek kognitif akademik maupun kematangan emosional.
Dalam implementasi di lapangan, Dinas Pendidikan menginstruksikan seluruh kepala sekolah dan jajaran tenaga pendidik untuk wajib mengedepankan pendekatan yang humanis. Muatan MPLS diarahkan sepenuhnya pada pengenalan kultur sekolah, pembiasaan perilaku positif, penguatan profil pelajar, serta pemetaan potensi minat bakat siswa tanpa dinodai oleh aksi perpeloncoan yang merugikan fisik maupun mental murid.
Lebih dari itu, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Nganjuk didorong untuk menerapkan protokol keamanan lingkungan secara komprehensif, mengadopsi metode pembelajaran orientasi yang inovatif, hingga memastikan ketersediaan fasilitas penunjang yang inklusif serta ramah bagi penyandang disabilitas. Guna menjaga mutu pelaksanaan, Dinas Pendidikan juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terstruktur berbasis mekanisme umpan balik (feedback).
Puguh Harnoto menggarisbawahi bahwa kesuksesan iklim pendidikan yang ramah ini memerlukan rajutan sinergi lintas sektor, mulai dari peran aktif guru, wali murid, hingga ekosistem masyarakat sekitar. Melalui gelora spirit “Tahun Ajaran Baru, Semangat Baru”, Pemkab Nganjuk optimistis MPLS 2026/2027 mampu menjadi rahim yang melahirkan generasi emas unggulan yang tidak hanya moncer secara prestasi akademik, namun juga memiliki keluhuran akhlak mulia dan kepedulian sosial yang kuat demi kemajuan pembangunan daerah.







