Ponorogo (cokronews.com) —- Membuka kran regenerasi atlet potensial Bumi Reog, gelaran Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Ponorogo 2026 yang berlangsung maraton sejak 7 hingga 29 Juli mendatangkan secercah harapan baru. Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ponorogo, Sumani, mencermati bahwa mayoritas partisipan yang bertanding di arena didominasi oleh deretan atlet berusia muda.
Mengingat sebagian besar peserta masih berstatus aktif sebagai pelajar, hal ini membuka peluang lebar bagi mereka untuk diproyeksikan menembus batas kuota usia maksimal 23 tahun dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Sumani menegaskan, Kejurkab yang mempertandingkan sebanyak 16 cabang olahraga (cabor) ini memang sengaja diorientasikan untuk menjaring bibit-bibit unggul. Atlet berprestasi yang berhasil menyabet podium nantinya akan langsung dipersiapkan secara matang masuk ke dalam skuad Kontingen Ponorogo untuk berlaga di ajang Porprov X Jatim yang akan digeber di Kota Surabaya tahun depan.
Langkah taktis seleksi ini sekaligus menjadi misi besar KONI Ponorogo dalam mendongkrak perolehan medali di level regional. Jika berkaca pada capaian Porprov IX Jatim di Malang Raya pada tahun 2025 lalu, Kontingen Ponorogo harus puas bertengger di peringkat ke-26 dari total 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan koleksi 76 poin, hasil sumbangan 9 medali emas, 11 perak, dan 18 perunggu. Melalui bekal evaluasi tersebut, Sumani menaruh ekspektasi tinggi agar posisi peringkat Ponorogo pada Porprov tahun depan mampu merangkak naik meninggalkan zona papan tengah klasemen.
Hingga saat ini, cabor bela diri Jujitsu masih kokoh bertindak sebagai lumbung medali andalan utama bagi Kabupaten Ponorogo, setelah sukses memborong 3 emas, 3 perak, dan 3 perunggu pada edisi Porprov sebelumnya. Posisi impresif tersebut disusul ketat oleh cabor Pencak Silat yang berhasil menyumbangkan 2 medali emas dan 1 medali perak.
Kendati demikian, KONI Ponorogo optimistis peluang mendulang emas masih terbuka lebar dari sektor cabor potensial lainnya yang terbukti andil menyumbang medali. Di antaranya adalah cabor selam laut, panjat tebing, atletik, biliar, kick-boxing, renang, paralayang, gantole, petanque, hingga balap sepeda. Melalui skema pembinaan intensif yang akan dikawal oleh KONI bersama masing-masing pengurus kabupaten (pengkab) cabor pasca-Kejurkab, Ponorogo optimistis mampu melahirkan delegasi olahraga yang jauh lebih tangguh dan berdaya saing global.







