Ngawi (cokronews.com) —- Memanfaatkan momentum Hari Jadi ke-668 Kabupaten Ngawi, Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, melakukan gerak stimulan untuk memperkuat pondasi pembangunan masyarakat yang harmonis, religius, mandiri, serta melek teknologi. Melalui rangkaian kunjungan kerja di Kecamatan Sine, Sabtu (11/7/2026), orang nomor satu di Bumi Ramah ini mendorong penguatan kehidupan sosial-keagamaan sekaligus akselerasi ekonomi perdesaan.
Rangkaian agenda diawali dengan silaturahmi bersama jamaah di Masjid Baitul Taqwa, Dusun Garit, Desa Tulakan. Setelahnya, Bupati Ony langsung bergeser menuju Lapangan Kecamatan Sine untuk memimpin rapat koordinasi dan evaluasi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) se-Kabupaten Ngawi. Agenda strategis ini turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi Budi Santoso, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ngawi Setyoningsih, serta ratusan pengurus BUMDes.
Dalam arahannya, Ony Anwar Harsono menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Ngawi wajib berpegang teguh pada prinsip Trisakti Berdikari Bung Karno; berdaulat secara politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Menurutnya, kemandirian lokal adalah syarat mutlak untuk mencapai kedaulatan daerah. Semakin minim ketergantungan terhadap pihak ketiga, maka pemda dan masyarakat akan semakin berdaulat dalam menentukan arah masa depan serta idealisme kemajuan daerah.
Bupati Ony menginstruksikan kepada seluruh pengurus BUMDes dan BUMDesma agar lebih jeli mengidentifikasi serta mengoptimalkan potensi komoditas lokal di wilayah masing-masing untuk menciptakan nilai tambah (value-added). Namun, ia memberikan catatan keras mengenai pentingnya menjaga konsistensi rantai pasok (sustainability supply chain) agar tidak mengecewakan pasar saat permintaan melonjak.
Sebagai pemantik motivasi, Bupati mencontohkan keberhasilan ekspor komoditas dadung (daun tebu kering) asal Ngawi yang sukses menembus pasar Jepang sebagai pengganti mulsa plastik hortikultura. Hal ini membuktikan produk berbasis limbah lokal pun mampu bersaing di kancah internasional jika dikelola secara profesional. Oleh karena itu, BUMDesma DAPM dituntut tidak cepat berpuas diri dan harus bertransformasi menjadi motor penggerak keilmuan (knowledge) serta inovasi agar produk desa bisa naik kelas dan berdaya saing global.
Di sisi lain, kehadiran jajaran BPJS Ketenagakerjaan dalam forum tersebut menjadi garansi pemenuhan aspek perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja dan pengurus usaha desa. Lewat integrasi antara penguatan ekosistem usaha desa dan proteksi tenaga kerja yang solid, Pemkab Ngawi optimistis dapat mengeskalasi pertumbuhan ekonomi perdesaan yang lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan.







