Berita  

Lisdyarita Dapat Kehormatan Angkat Bendera Start Akhwat Unida Gontor Fun Run 2026

Ponorogo (cokronews.com) —- Menegaskan eksistensinya sebagai salah satu episentrum olahraga lari massal, Kabupaten Ponorogo kembali dimeriahkan oleh gelaran fun run unik besutan Universitas Darussalam (Unida) Gontor. Ajang lari santai sejauh 6,3 kilometer ini dihelat secara khusus untuk menandai momentum Milad ke-63 Unida Gontor sekaligus menyongsong peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Berbeda dari event lari pada umumnya, ciri khas nilai-nilai pesantren Gontor tampak sangat kental di mana garis start bagi peserta lari putra (ikhwan) dan peserta putri (akhwat) diberangkatkan secara terpisah.

Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, hadir langsung dan mendapat kehormatan untuk mengangkat bendera start (flag-off) melepas rombongan pelari akhwat. Dalam kesempatannya, figur yang akrab disapa Bunda Lis ini melayangkan pujian tinggi bagi Unida maupun Pondok Modern Gontor yang dinilainya sebagai mitra strategis pemda dalam menyokong pembangunan berbagai sektor di Bumi Reog. Menurutnya, nama besar Gontor telah sukses melambungkan reputasi Ponorogo, baik di pentas nasional maupun internasional, sebagai pusat pendidikan Islam modern berwawasan global yang memperkuat citra daerah sebagai Kota Santri.

Selaras dengan hal tersebut, Rektor Unida Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, memaparkan bahwa agenda Unida Gontor Fun Run 2026 ini didesain sebagai media syiar Islam yang dikemas melalui aktivitas olahraga. Ia menjelaskan bahwa jarak tempuh 6,3 kilometer yang diadopsi merupakan representasi filosofis dari tahun berdirinya Unida, yakni pada tahun 1963 silam. Lewat momentum ini, pihak universitas mengajak masyarakat luas untuk membudayakan pola hidup sehat yang seimbang antara kebugaran jasmani dan spiritual rohani.

Tercatat sebanyak 488 pelari antusias ambil bagian meramaikan jalannya kompetisi. Mengambil titik start di depan La Tansa di Jalan HOS Cokroaminoto, para peserta disuguhkan rute representatif melintasi jantung kota Ponorogo, mulai dari menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal A. Yani, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Sultan Agung, Jalan KH Ahmad Dahlan, hingga akhirnya menyentuh garis finish kembali di depan La Tansa.

Leave a Reply