Berita  

Sebanyak 73,21 Persen Lulusan Angkatan Perdana SMA Dharma Wanita 1 Pare Berhasil Diterima di Perguruan Tinggi Negeri

Kediri (cokronews.com) —- Sinergitas strategis yang dijalin antara Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui inovasi Lighthouse School Program (LSP) Berasrama di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School sukses menorehkan prestasi gemilang. Program pendidikan transformatif yang dikhususkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu tersebut berhasil meluluskan angkatan pertamanya dengan mencatatkan persentase kelulusan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBT tertinggi di Kabupaten Kediri, yakni mencapai 73,21 persen.

Capaian historis ini menjadi bukti autentik bahwa intervensi sistemik yang terukur mampu mengubah ketertinggalan sosiologis menjadi keunggulan akademis yang kompetitif. Dari total 126 siswa angkatan pertama yang mayoritas berasal dari keluarga kategori miskin dan miskin ekstrem (desil 1 dan desil 2), sebanyak 101 siswa atau sekitar 80 persen di antaranya telah resmi diterima di berbagai PTN ternama di Indonesia. Beberapa kampus papan atas tersebut meliputi Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Jember (Unej), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Sebelas Maret (UNS), sementara 25 siswa lainnya tengah menanti hasil seleksi kedinasan dan jalur mandiri.

Kepala SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, Ahmad Riziq Mubarok, S.Pd., mengemukakan bahwa lompatan prestasi ini merupakan buah manis dari konsistensi proses transformasi sekolah selama tiga tahun terakhir sejak program ini dirintis pada Mei 2023. Intervensi dari PSF diakui telah mengubah total tata kelola dan budaya kerja sekolah menjadi lebih terarah, terutama dalam hal pemantauan progres berkala siswa, penguatan mutu pembelajaran, serta penumbuhan kepercayaan diri siswa agar berani bermimpi dan mendobrak keterbatasan latar belakang ekonomi mereka.

Senada dengan hal tersebut, Head of Program & GuruBinar Putera Sampoerna Foundation, Juliana, menegaskan bahwa keberhasilan implementasi LSP ini meneguhkan keyakinan bahwa pendidikan berkualitas tinggi merupakan instrumen paling ampuh untuk mendorong mobilitas sosial sekaligus memutus mata rantai kemiskinan struktural antargenerasi. Keberhasilan program ini bertumpu pada formula pembinaan holistik yang menyentuh seluruh lapisan ekosistem sekolah, mulai dari kapasitas kepemimpinan, kompetensi guru, tata pamong madrasah, hingga sistem pengelolaan asrama yang kondusif.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri, Dr. Mohamad Solikin, menyampaikan apresiasi mendalam atas keberhasilan model pendidikan asrama ini. Mengingat tantangan daerah yang masih dihadapkan pada tingginya angka anak putus sekolah di ceruk kemiskinan ekstrem, Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen penuh untuk terus mengawal keberlanjutan program afirmatif ini. Solikin membeberkan bahwa ke depan, Pemkab Kediri membuka peluang besar untuk mereplikasi formula sukses tata kelola sekolah berasrama ini ke jenjang pendidikan dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) guna mempercepat pemerataan kualitas pendidikan dan penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan sumber daya manusia di Kabupaten Kediri.

Leave a Reply