Kediri (cokronews.com) —- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat kepada 38 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Kediri untuk periode 01 Juni 2026. Penyerahan SK tersebut dilaksanakan di tengah agenda apel pagi pada Senin (8/6/2026), yang turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Qowimuddin, Pj Sekda Endang Kartika, jajaran Staf Ahli, Kepala OPD, Direktur BUMD, serta Camat se-Kota Kediri.
Dalam arahannya, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali tersebut menyampaikan ucapan selamat sekaligus menekankan agar momentum kenaikan pangkat ini dijadikan motivasi kuat untuk mendongkrak kualitas pelayanan publik. Mengingat mayoritas penerima SK kali ini merupakan tenaga pendidik, Mbak Wali memberikan atensi khusus kepada para guru agar terus berkomitmen memberikan dedikasi terbaik dalam mendampingi dan membentuk karakter generasi penerus di Kota Kediri.

Rincian Golongan PNS dan Capaian Prestasi “Zero BTS”
Apresiasi tinggi juga membayangi iklim kerja Pemkot Kediri, di mana beberapa waktu lalu pemerintah daerah sukses menyabet predikat Zero BTS (Berkas Tidak Sesuai) dari Kantor Regional II BKN atas usulan kenaikan pangkat caturwulan I tahun 2026. Predikat ini menegaskan adanya tingkat ketelitian, koordinasi yang solid, serta kedisiplinan tinggi dari tim kerja administrasi sehingga tidak ada satu pun berkas PNS yang dikembalikan.
Berikut adalah rincian data penerima SK Kenaikan Pangkat PNS Kota Kediri periode Juni 2026:
| Golongan PNS | Jumlah Penerima SK | Mayoritas Formasi |
| Golongan III | 26 Orang | Tenaga Pendidik / Guru |
| Golongan IV | 12 Orang | Struktural & Fungsional |
| Total Instansi | 38 Orang | Anggota PNS Daerah |
Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Agenda Keagamaan
Menutup sambutannya, Mbak Wali mengingatkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera mempererat sinergi dan koordinasi lintas sektor. Hal ini berkaitan dengan persiapan rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Islam yang akan datang dalam waktu dekat.
Jika pada tahun lalu agenda pengajian berpusat di internal Balai Kota, maka untuk tahun ini perayaan dirancang agar mampu merangkul keterlibatan masyarakat luas secara lebih masif. Oleh karena itu, manajemen koordinasi yang matang antar-instansi menjadi poin utama yang ditekankan demi memastikan seluruh tahapan acara dapat berjalan dengan lancar dan sukses di lapangan.







