Kediri (cokronews.com) —- Pemerintah Kota Kediri menorehkan capaian membanggakan dalam komitmennya melindungi hak anak setelah dinyatakan lolos ke Tahap II Penilaian Kinerja Pencegahan Perkawinan pada Anak (PPA) Award 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Keberhasilan ini diraih pasca-pemenuhan seleksi administrasi awal serta sesi pemaparan program kerja secara daring di hadapan tim juri dari unsur dinas provinsi dan kalangan akademisi pada Senin (8/6/2026).
Komitmen Regulasi dan Ekosistem Kelembagaan
Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Kediri, Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa langkah taktis penekanan angka pernikahan dini di wilayahnya mengacu penuh pada amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Kebijakan strategis ini juga telah diintegrasikan ke dalam payung hukum daerah melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Kediri Nomor 2 Tahun 2025 tentang RPJMD Kota Kediri Tahun 2025–2029.
Guna memastikan implementasi di lapangan berjalan optimal, Pemkot Kediri membangun ekosistem kelembagaan yang kuat, meliputi:
- Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA)
- UPT PPA (Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak)
- Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga)
- Satgas PPA tingkat lokal
Penurunan Signifikan Dispensasi Nikah
Sinergi lintas sektor yang dijalin pemerintah daerah bersama jantunghati institusi yudikatif dan akademisi terbukti membuahkan hasil nyata. Berdasarkan data resmi dari Pengadilan Agama Kota Kediri, angka permohonan dispensasi nikah untuk anak di bawah usia 18 tahun mengalami penurunan yang sangat tajam dalam tiga tahun terakhir:
| Tahun | Jumlah Permohonan Dispensasi Nikah (<18 Tahun) | Catatan Periode |
| 2024 | 49 anak | Berjalan penuh |
| 2025 | 32 anak | Mengalami penurunan signifikan |
| 2026 | 7 anak | Data berjalan hingga bulan Mei 2026 |
Keberhasilan penekanan angka tersebut juga disokong penuh oleh lahirnya berbagai program inovatif yang digagas oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Beberapa inovasi unggulan yang telah berjalan di antaranya adalah Sistem Deteksi Dini Anak Rentan, Psychologist Goes to School, Sekolah Siaga Kependudukan, hingga Sekolah Prameswati. Melalui kolaborasi yang solid antar-dinas, Pemkot Kediri optimistis dapat melaju ke tahap penilaian berikutnya sekaligus mengukuhkan diri sebagai kota yang aman dan ramah anak.







