Cokronews SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) siapkan skema baru dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini, khususnya pada jalur prestasi akademik. Jika sebelumnya seleksi hanya didasarkan pada nilai rapor, kini hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) mulai diperhitungkan.
Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa perubahan ini mengikuti arahan dari Kementerian Pendidikan untuk menjadikan TKA sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Febrina merinci persentase nilai TKA SD yang digunakan untuk SPMB jalur prestasi yakni 40 persen. Sedangkan 60 persen sisanya menggunakan bobot nilai rapor.
Kepala Dispendik yang akrab disapa Febri itu menyebutkan, pelibatan TKA dalam seleksi SPMB ini bertujuan untuk memotivasi siswa serta memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai mutu pendidikan di Kota Surabaya. Adanya skema ini, ia berharap, bisa menjadi tolok ukur mutu pendidikan di Indonesia, khususnya Kota Surabaya ke depannya.
Febri menjelaskan, penentuan proporsi nilai TKA di jalur prestasi berdasarkan kajian dan pembicaraan dengan stakeholder pendidikan. Persentase tersebut dinilai ideal dengan mempertimbangkan proses peserta didik di sekolah.
Febri menambahkan, TKA untuk jenjang SD-SMP sebelumnya telah rampung dilaksanakan. Meski demikian, Dispendik tengah melakukan pendataan ulang bagi siswa yang berhalangan hadir dalam pelaksanaan TKA sebelumnya untuk mengikuti TKA susulan. Dalam pelaksanaan TKA sebelumnya, ada beberapa peserta berhalangan hadir karena sakit. Oleh sebab itu tetap diberikan kesempatan pada 11-19 Mei mendatang.
Dirinya menerangkan, jumlah yang akan mengikuti TKA susulan di jenjang SMP mencapai 60an siswa. Sementara di jenjang SD masih dilakukan updating data.
Mengenai jalur masuk SPMB, ia menyampaikan, masih sama seperti tahun lalu. Yakni afirmasi, domisili, prestasi dan mutasi.
Di samping itu, Ketua PGRI Surabaya Agnes Warsiati menilai persentase TKA 40 persen di jalur prestasi dirasa telah ideal. Sebab, bobot penilaian yang paling besar harusnya di proses belajar melalui nilai raport sekolah.
Agnes mengungkapkan setelah pelaksanaan TKA dan hasilnya diumumkan data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dinas terkait. Terlebih, sebelum pelaksanaan dinas telah menggelar try out dan pendalaman materi.













