Cokronews BANYUWANGI – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berencana mengadopsi berbagai program pendidikan milik Pemkab Banyuwangi untuk diterapkan secara lebih luas di tingkat nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menilai daerah tersebut memiliki banyak inovasi yang layak dijadikan contoh.
Saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional di Taman Blambangan, Mu’ti menyampaikan bahwa sejumlah langkah yang dilakukan Banyuwangi menunjukkan pendekatan yang kreatif sekaligus strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Garda Ampuh (Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah). Inisiatif ini difokuskan untuk mengidentifikasi anak-anak yang tidak lagi bersekolah, kemudian membantu mereka kembali mengakses pendidikan melalui berbagai pendekatan. Pemerintah daerah melakukan pendataan secara rinci berdasarkan nama dan alamat, lalu mendatangi keluarga untuk mengetahui kendala yang dihadapi sebelum memberikan solusi yang tepat.
Mu’ti menilai pendekatan tersebut sebagai praktik baik yang dapat menjadi rujukan nasional dalam memperluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas.
Ia juga menegaskan bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Menurutnya, pembelajaran bisa terjadi di berbagai tempat dengan memanfaatkan beragam sarana yang ada. Dalam hal ini, Banyuwangi dinilai berhasil memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, termasuk melalui kegiatan seni seperti pertunjukan Kuntulan Ewon.
Kegiatan semacam itu, lanjutnya, tidak hanya mengasah kemampuan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta kecintaan terhadap budaya lokal. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara wawasan global dan pelestarian nilai-nilai budaya.
Selain Garda Ampuh, Banyuwangi juga memiliki program Siswa Asuh Sebaya, yang mendorong kepedulian antarsiswa. Melalui program ini, pelajar yang mampu secara ekonomi menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membantu teman-teman yang membutuhkan, mulai dari perlengkapan sekolah hingga kebutuhan lain seperti sepeda atau kacamata.
Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa inovasi di sektor pendidikan akan terus menjadi fokus utama daerahnya dalam upaya mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.













