Berita  

Wali Kota Malang Resmikan Empat SPPG Baru, Perluas Layanan MBG

Malang ( cokronews.com )— Peresmian 4 SPPG baru di Kota Malang ini pada dasarnya menunjukkan fase ekspansi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang memang dirancang sebagai intervensi gizi berskala nasional dengan fokus langsung ke kelompok rentan.

Dengan tambahan di wilayah Kedungkandang, Lowokwaru, dan Sukun, Kota Malang sedang memperluas “jaringan layanan gizi” agar distribusi makanan bergizi tidak hanya terkonsentrasi di titik tertentu. Fokus ke kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita non-PAUD) juga penting karena kelompok ini merupakan titik kritis dalam siklus pencegahan stunting—artinya intervensi dilakukan sebelum masalah gizi kronis terbentuk.

Dari sisi tata kelola, pola yang digunakan di Kota Malang terlihat cukup sistematis. Ada pengawasan berlapis: mulai dari Badan Gizi Nasional (BGN) lewat SOP, hingga Satgas tingkat kota yang dipimpin Sekda, ditambah monitoring langsung melalui sidak acak ke sekolah. Pendekatan ini biasanya dipakai untuk menjaga kualitas layanan tetap konsisten ketika program sudah memasuki skala besar.

Menariknya, meskipun sudah ada 82 SPPG aktif, cakupan kelompok 3B baru sekitar 16 persen. Ini menunjukkan dua hal sekaligus: pertama, infrastruktur layanan sudah cukup berkembang; kedua, tantangan utama sekarang bukan lagi pendirian unit, tetapi perluasan data sasaran dan pemerataan akses.

Kalau tren ini berlanjut, arah kebijakan Kota Malang terlihat bergerak ke tahap “scale-up”: bukan lagi sekadar uji coba program, tapi memastikan MBG benar-benar menjadi sistem layanan gizi rutin yang menjangkau kelompok rentan secara luas dan konsisten.

Kalau kamu mau, aku bisa bantu bandingkan MBG di Malang ini dengan program stunting di Tuban atau Probolinggo yang kamu kirim sebelumnya, biar kelihatan mana yang lebih kuat di sisi intervensi gizi langsung.