Berita  

Kejar Tenggat Waktu Dua Minggu, Kontraktor Proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri Tambah Personel Guna Kebut Progres yang Telah Mencapai 81 Persen

Kediri (cokronews.com) —- Pihak pelaksana proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri menyatakan optimismenya untuk merampungkan pekerjaan tepat waktu. Meskipun tenggat waktu penyelesaian menyisakan waktu dua pekan lagi atau hingga 20 Juni mendatang, pengerjaan fisik terus dikebut demi mengejar kekurangan yang saat ini masih berada di atas 15 persen.

Deputi Project Manager Nindya Karya–SSPS KSO, Eko Prastyo, mengungkapkan bahwa bangunan utama ditargetkan sudah dapat difungsikan sebelum batas akhir yang ditentukan. Hingga saat ini, progres pengerjaan secara keseluruhan telah mencapai angka 81,24 persen, dan fokus utama di lapangan mulai bergeser dari konstruksi inti ke tahap penyempurnaan.

“Sekarang lebih banyak pekerjaan perapian dan penyelesaian akhir,” kata Eko saat menjelaskan situasi terkini di lokasi proyek.

Guna memaksimalkan sisa waktu yang relatif singkat, pihak kontraktor melakukan langkah percepatan secara masif. Strategi yang diterapkan meliputi penambahan pasokan material, peralatan pendukung, hingga pelipatgandaan jumlah tenaga kerja (manpower). Saat ini, tercatat ada sekitar 1.068 pekerja yang dikerahkan, dan jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah hingga menyentuh angka 1.200 orang menjelang batas akhir proyek.

Eko menambahkan, penambahan tenaga kerja dalam jumlah besar ini nantinya akan difokuskan untuk menggarap penataan lingkungan atau landscape. Pengalihan ini dilakukan lantaran bangunan utama sekolah dinilai sudah hampir selesai secara keseluruhan.

Selain sektor eksterior, proses pengisian interior gedung juga dilaporkan mulai berjalan seiring dengan kedatangan furnitur untuk kebutuhan sekolah dan asrama. Saat ini, para petugas di lapangan tengah melakukan proses instalasi serta penataan fasilitas pendukung tersebut di masing-masing ruangan gedung.

Dengan dukungan sumber daya yang dimaksimalkan di lapangan, pihak pelaksana meyakini seluruh fasilitas penunjang pendidikan ini akan siap diserahterimakan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama.