Mojokerto (cokronews.com) —- Sebanyak 968 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Mojokerto siap diterjunkan untuk melaksanakan pendataan menyeluruh di seluruh wilayah setempat mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Kesiapan ratusan petugas lapangan tersebut dimatangkan dalam Apel Siaga Petugas Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Whiz Trawas, Rabu (10/6/2026) pagi. Pelepasan ditandai secara simbolis dengan penabuhan gong serta pemasangan rompi dan tanda pengenal oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, kepada perwakilan petugas.
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barraa tersebut menekankan bahwa keakuratan data menjadi kunci utama dalam mendukung perencanaan serta pelaksanaan pembangunan daerah yang efektif dan tepat sasaran. Di tengah dinamika perkembangan ekonomi yang berlangsung sangat cepat, perubahan teknologi, digitalisasi, hingga pergeseran pola usaha menuntut pemerintah untuk memiliki basis data yang dinamis. Oleh karena itu, hasil Sensus Ekonomi 2026 ini akan menjadi fondasi krusial bagi penyusunan berbagai kebijakan strategis jangka panjang, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Gus Barraa menjelaskan, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi ekonomi yang sangat masif, mulai dari sektor industri besar, perdagangan, pertanian, pariwisata, hingga geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus bertumbuh. Melalui sensus ini, pemerintah daerah berharap bisa memperoleh peta rincian yang jelas mengenai karakteristik pelaku usaha, persebaran aktivitas ekonomi, serta klaster potensial yang dapat terus dikembangkan. Data valid ini juga diproyeksikan untuk menyukseskan visi pembangunan daerah melalui Catur Abhipraya Mubarok, khususnya pada misi ketiga yang berfokus pada kemandirian ekonomi masyarakat, koperasi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemkab Mojokerto itu memberikan pesan khusus kepada seluruh jajaran pengawas maupun pencacah agar senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme selama bertugas di lapangan. Gus Barraa meminta para petugas membangun komunikasi yang santun dan persuasif dengan masyarakat serta para pelaku usaha agar proses pengumpulan data berjalan lancar tanpa hambatan. Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan agenda sepuluh tahunan ini tidak hanya bertumpu pada Badan Pusat Statistik (BPS), melainkan membutuhkan komitmen dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, dalam laporannya menyampaikan bahwa agenda nasional ini bertujuan menyediakan data komprehensif mengenai struktur, dominasi, dan distribusi ekonomi di seluruh penjuru Indonesia. Guna menghasilkan data yang kredibel, seluruh petugas lapangan telah dibekali pemahaman mendalam terkait metodologi, konsep kuesioner, hingga pemanfaatan platform digital untuk pencacahan. Adapun pelaksanaan Apel Siaga ini turut dihadiri oleh PLT Kepala BPS Provinsi Jawa Timur dan para instruktur daerah, di mana petugas gelombang ketiga hadir secara langsung di lokasi, sedangkan petugas gelombang pertama dan kedua mengikuti jalannya acara secara daring melalui siaran langsung YouTube.







