Kediri ( cokronews.com )—– Ribuan kepala keluarga (KK) di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok, Kelurahan Pojok, Kota Kediri, bersiap menerima kabar baik setelah Pemerintah Kota Kediri menetapkan kenaikan dana kompensasi bagi warga terdampak tahun ini.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Kediri, Endang Kartika Sari, menyampaikan bahwa penetapan besaran kompensasi telah melalui kajian bersama tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, serta disesuaikan dengan peraturan wali kota.
“Pemerintah kota tidak tinggal diam, semua melalui proses dan aturan yang benar karena menggunakan APBD,” ujar Endang.
Tahun ini, jumlah penerima bantuan sosial tercatat sebanyak 3.315 KK, berkurang 114 KK dibanding tahun sebelumnya. Warga terdampak tersebar di empat zona.
Untuk zona 1, terjadi kenaikan signifikan sebesar 48,18 persen menjadi Rp1.852.208 per KK. Sementara itu, zona 2 hingga zona 4 juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 6,84 persen, dengan rincian:
- Zona 2: Rp747.879
- Zona 3: Rp587.619
- Zona 4: Rp293.810
Endang menegaskan bahwa seluruh penetapan telah dikaji dan disetujui secara hukum serta ditetapkan oleh Wali Kota Kediri, baik terkait nominal maupun daftar penerima manfaat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Indun Munawaroh, menjelaskan bahwa penentuan besaran kompensasi didasarkan pada beberapa aspek, yakni lingkungan, kesehatan, ekonomi, sanitasi, dan sosial masyarakat.
“Dari aspek sanitasi, ada masukan terkait air lindi dari sampah yang berdampak pada lingkungan warga,” jelasnya.
Pemkot menargetkan proses administrasi seperti SPP dan SPM dapat diselesaikan mulai Senin (11/5), sehingga pencairan bisa dilakukan paling cepat pada Selasa (12/5). Seluruh dana diharapkan selesai didistribusikan pada minggu yang sama.
Sebelumnya, warga sempat melakukan penutupan akses menuju TPA Klotok pada awal April sebagai bentuk protes terkait kompensasi, yang sempat menyebabkan layanan pengangkutan sampah di Kota Kediri terganggu.
Sebagai langkah ke depan, Pemkot Kediri menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan rumah tangga serta penguatan fasilitas seperti TPS3R dan TPST, sebagai bagian dari upaya menuju sistem pengelolaan sampah “zero waste”.













