CokroNews Kediri – Harapan akan diri dan alam yang kembali suci dipanjatkan umat Hindu Kota Kediri dalam upacara Melasti, Minggu pagi (15/3) kemarin.
Rangkaian upacara penyambutan Hari Raya Nyepi 1948 Saka itu berlangsung di bantaran Sungai Brantas. Tepatnya di area Taman Brantas.
Upacara tersebut merupakan rangkaian dari menyambut Hari Raya Nyepi yang akan jatuh 19 Maret nanti. Menariknya, hari raya Umat Hindu tersebut beriringan dengan Idul Fitri yang akan jatuh satu atau dua hari setelahnya.
Hal itulah yang membuat suasana Nyepi kali ini terasa berbeda. Jatuhnya Hari Raya Nyepi saat Ramadan dan hampir bersamaan dengan Lebaran.
Ditemui di lokasi acara, Made menegaskan bahwa jatuhnya waktu Nyepi yang dekat dengan Lebaran itu memunculkan dua hal positif.
Pertama, menambah semangat toleransi antarumat beragama. Kedua, akan semakin banyak doa yang dipanjatkan. Memunculkan harapan besar terhadap doa-doa tersebut.
Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Kediri, rangkaian Melasti itu diawali dengan arak-arakan benda sakral pura. Arak-arakan berawal dari Gedung Nasional Indonesia (GNI). Menuju bantaran Sungai Brantas yang lokasinya tidak terlalu jauh.
Saat arak-arakan itu, umat Hindu yang ikut juga membawa sesaji dan perlengkapan sembahyang. Setibanya di bantaran sungai, mereka melanjutkan dengan penyucian benda sakral, doa, pertunjukan tari Rejang, sembahyang, hingga melarung sesaji di Sungai Brantas.













