CokroNews SITUBONDO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur akan memanfaatkan truk tangki milik PDAM dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk pendistribusian air bersih pada musim kemarau panjang, karena BPBD hanya memiliki satu armada truk tangki.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo Timbul Surjanto di Situbondo, Kamis, mengemukakan dari dua armada truk tangki milik BPBD hanya satu unit yang bisa beroperasi menyuplai air bersih ke wilayah terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih.
“Yang kami lakukan saat ini berkoordinasi dengan PDAM dan PMI meminta dukungan pendistribusian air bersih ke titik-titik terdampak musim kemarau yang setiap tahun mengalami kekurangan air bersih,” ujar dia.
Timbul menceritakan seperti tahun sebelumnya dalam pendistribusian air bersih ke wilayah kekurangan air bersih dibantu menggunakan truk tangki milik PDAM dan PMI setempat.
Pemkab Situbondo, lanjut dia, saat ini juga telah mempersiapkan proposal permohonan bantuan truk tangki untuk menyuplai air bersih dan akan diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat.
“Kami juga mempersiapkan langkah mitigasi dan antisipasi menghadapi musim kemarau panjang tahun ini serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” kata Timbul Surjanto.
Dia menambahkan ada sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau tiba.
“Untuk titik-titik potensi dampak kemarau panjang seperti kekeringan dan kekurangan air bersih di Situbondo, kami masih mengacu data tahun lalu dan kami akan terus antisipasi,” katanya.
Data BPBD Situbondo menyebutkan ada delapan titik rawan kekeringan dan kekurangan air bersih tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Suboh, Arjasa, Banyuputih dan Jatibanteng.
Rinciannya, tiga titik di Dusun Sokaan Barat, Desa Gunung Putri (Kecamatan Suboh), satu titik di Dusun Sokaan, Desa Kembangsari (Kecamatan Jatibanteng), dua titik di Dusun Leduk dan Dusun Bendera, di Desa Sumberejo (Kecamatan Banyuputih), dan dua titik di Dusun Polay dan Dusun Bendusa, Desa Jatisari (Kecamatan Arjasa).
Untuk jumlah penduduk yang mengalami kekurangan air bersih di delapan titik tersebar di empat kecamatan itu mencapai sekitar 6.824 jiwa.













