Berita  

Jasa Persewaan Mesin Potong Padi di Kediri Laris Manis, Panen Raya Jadi Penyebab Utamanya

CokroNews KEDIRI – Memasuki musim panen, jasa panen padi menggunakan mesin mulai ramai diminati petani. Hal tersebut dikarenakan penggunaan mesin dinilai jauh lebih hemat. Baik dari segi biaya maupun waktu pengerjaan.

Mesin yang digunakan adalah combine harvester atau mesin kombi. Alat panen modern dapat digunakan dalam proses pemotongan, pengangkutan, perontokan, pembersihan, hingga pengantongan gabah dalam sekali beroperasi. 

“Sangat menguntungkan. Jika menggunakan tenaga manual, prosesnya pasti lebih lama dan biaya upah pekerjanya pun jauh lebih besar,” ungkap Gunawan, operator mesin mini kombi sekaligus Direktur BUMDes di Desa Pagung, Kecamatan Semen.

Usaha persewaan alat pertanian ini dikelola langsung oleh BUMDes setempat. Mengingat padi merupakan komoditas utama di Kecamatan Semen. Sementara penyedia jasa serupa masih jarang. Para operator mesin kombi pun dibanjiri pesanan setiap kali musim panen tiba.

Gunawan memberikan gambaran perbandingan efisiensi alat tersebut. Untuk lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi, mesin kombi bisa menyelesaikan panen hanya dalam waktu sehari. Sedangkan jika menggunakan tenaga manual, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai dua hari.

“Dari sisi biaya, untuk takaran 6 kg benih, penyewa dikenakan tarif Rp 700 ribu. Itu nanti bisa menghasilkan lebih dari 2 ton gabah. Jika manual, biayanya bisa sampai Rp 2 juta,” jelasnya.

Dalam seminggu, jumlah petani yang menyewa jasa ini bisa mencapai 14 hingga 15 orang. Baik dari warga desa setempat maupun luar daerah. Jika cuaca cerah, Gunawan dan operator lainnya mampu menggarap hingga dua lokasi lahan dalam sehari.

Mesin kombi ini dioperasikan menggunakan bahan bakar solar. Menurut Gunawan, konsumsinya tergolong irit. Hanya butuh 5 liter solar untuk mengerjakan lahan seluas setengah hektare. “Terkadang kami masih perlu membabat manual di area pinggiran lahan yang tidak terjangkau mesin, tapi porsinya tidak banyak,” pungkasnya.