Berita  

Gus Qowim Dukung Pendirian Galeri Investasi BEI untuk Tingkatkan Literasi Pasar Modal

Kediri (cokronews.com) —- Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, menyambut baik agenda Pencanangan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirangkai dengan Pembukaan 500 Rekening Efek. Seremoni strategis tersebut dikemas dalam acara Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 yang berlangsung di Ruang Soekarno Hatta, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kediri, Rabu (01/07/2026).

Dalam arahannya, pria yang akrab disapa Gus Qowim ini mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Kediri untuk tidak terlena dalam zona nyaman finansial. Menurutnya, status sebagai ASN yang mengantongi kepastian pendapatan bulanan serta jaminan hari tua kerap membuat abai terhadap pentingnya merencanakan aset masa depan sejak dini. Ia mengajak para pegawai menyisihkan sebagian penghasilan selagi di usia produktif untuk mulai berinvestasi secara cerdas dan aman di instrumen legal.

“Jangan sampai kita hanya mengandalkan dana pensiun. Karena masa depan yang sejahtera tidak hanya ditentukan oleh apa yang akan kita terima nanti, tetapi juga oleh keputusan finansial yang kita ambil hari ini,” tegas Gus Qowim di hadapan para peserta. Ia berharap kehadiran Galeri Investasi BEI ini mampu menjadi episentrum pembelajaran untuk mengikis buta finansial sekaligus membangun budaya investasi yang sehat di Kota Tahu.

Di tempat yang sama, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Ismirani Saputri, memaparkan data indikator pertumbuhan pasar modal yang cukup masif namun masih timpang dari sisi pemahaman. Berdasarkan data nasional, indeks literasi keuangan berada di angka 66,5 persen dengan tingkat inklusi menyentuh 80,5 persen. Kendati demikian, khusus pada sektor pasar modal, tingkat literasi baru tercatat di angka 4,1 persen dan inklusi sebesar 5,2 persen.

Meski pemahaman masih minim, minat investasi masyarakat Kota Kediri menunjukkan tren lonjakan yang sangat positif. Hingga April 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) di Kota Kediri menembus 23.923 investor, atau melejit sebesar 29,21 persen secara year on year (y-o-y). Grafik menakjubkan juga terlihat pada nilai transaksi pasar modal di wilayah Kota Kediri yang sukses menyentuh angka Rp1,5 triliun, alias tumbuh subur sebesar 116,67 persen secara y-o-y.

“Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi semakin meningkat. Ini modal penting, namun jumlah investor yang bertambah juga harus diimbangi dengan kegiatan literasi yang masif agar masyarakat terhindar dari investasi bodong,” jelas Ismirani.

Guna membedah strategi investasi, sosialisasi ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten, yakni Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Naomi Tri Yuliani, Kepala Wilayah BEI Jawa Timur Cita Melisa, serta Direktur Eksekutif Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia Mauldy R. Makmur. Agenda yang diikuti oleh perwakilan ASN, TP PKK, dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi OJK Pusat, BEI Jawa Timur, BNI Sekuritas, serta Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad.

Leave a Reply