Lumajang (cokronews.com) —- Pemerintah Kabupaten Lumajang menyiapkan sejumlah langkah strategis dan antisipatif guna menjamin kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah setempat. Langkah cepat ini diambil sebagai respons pemerintah daerah terhadap dinamika perubahan harga energi yang berpotensi memengaruhi pola konsumsi masyarakat, sekaligus meminimalkan risiko terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah, menegaskan bahwa stabilitas distribusi energi merupakan faktor krusial dalam menopang roda perekonomian serta mobilitas harian masyarakat agar tetap berjalan normal. Oleh karena itu, usai memimpin rapat staf di Kantor Bupati Lumajang pada Jumat (12/6/2026), ia menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi lintas sektoral demi memastikan seluruh kebutuhan operasional publik tetap terpenuhi dengan baik.
Lebih lanjut, Bunda Indah membeberkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang akan segera berkoordinasi secara intensif dengan jajaran kepolisian, Hiswana Migas, dan pihak Pertamina. Kolaborasi ini difokuskan untuk memetakan volume kebutuhan riil di lapangan serta merumuskan langkah mitigasi dini terhadap kemungkinan terjadinya lonjakan permintaan mendadak pada komoditas BBM jenis tertentu.
Sebagai langkah pengamanan pasokan di tingkat hilir, pemerintah daerah juga membuka opsi untuk melayangkan usulan penyesuaian kuota BBM kepada otoritas terkait apabila dinamika di pasar menunjukkan adanya urgensi penambahan stok di SPBU. Melalui serangkaian langkah taktis ini, Pemkab Lumajang berharap tata kelola distribusi energi dapat berjalan lancar dan kondusif, sehingga seluruh aktivitas sosial maupun kegiatan ekonomi harian masyarakat dapat terus bergulir secara optimal. (MC Kab. Lumajang)













