Berita  

Dipercaya Jadi Tuan Rumah Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026, Bupati Madiun Tekankan Visi Kelestarian Hutan dan Kesejahteraan Warga

Madiun (cokronews.com) —- Kabupaten Madiun sukses menjadi pusat perhatian sektor kehutanan regional setelah terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Jambore Perhutanan Sosial Tahun 2026 Provinsi Jawa Timur. Agenda akbar yang berlangsung semarak dan mempertemukan ratusan kelompok perhutanan sosial dari berbagai kabupaten/kota ini dipusatkan di Alun-Alun Reksogati Caruban pada Sabtu sore (13/6/2026).

Saat membuka acara, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada daerah berjuluk “Bumi Kampung Pesilat Indonesia” ini. Menurutnya, momentum ini menjadi pemacu motivasi bagi Pemkab Madiun untuk terus konsisten mendukung tata kelola hutan berkelanjutan demi mendongkrak kesejahteraan warga pinggiran hutan. Mengusung tema “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera”, jambore ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi, berbagi inovasi, dan merajut kemitraan multipihak.

Di hadapan jajaran otoritas provinsi, Bupati Madiun juga menitipkan harapan besar kepada Gubernur Jawa Timur terkait keberlanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) Selingkar Wilis yang tertuang dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019. Akselerasi infrastruktur konektivitas di lereng Gunung Wilis tersebut dinilai sangat vital untuk memicu lompatan ekonomi terpadu di enam daerah penyangga, yakni Madiun, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, dan Nganjuk.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, mengabarkan bahwa rangkaian kegiatan di Alun-Alun Reksogati ini dikemas unik layaknya perkemahan, lengkap dengan deretan tenda dari perwakilan kelompok tani hutan (KTH). Selain sarasehan, ajang ini diisi dengan kegiatan podcast tata kelola hutan, temu bisnis (business matching), hingga pameran produk unggulan dari Pacitan hingga Banyuwangi, dengan komoditas kopi sebagai primadona utama. Pada tahun anggaran 2026 ini, Pemprov Jatim bahkan menggelontorkan stimulus alat ekonomi produktif senilai lebih dari Rp3 miliar guna menunjang kapasitas usaha kelompok tani di lapangan.

Jawa Timur sendiri menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Salah satunya diwakili oleh KTH Rengganis di lereng Argopuro, Kabupaten Jember, yang dinobatkan sebagai kelompok tani hutan terbaik nasional tahun 2025 dengan omzet transaksi usaha menembus angka Rp49 miliar.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa Jawa Timur memegang rekor sebagai provinsi dengan luasan cakupan perhutanan sosial terbesar di tanah air, yakni menyumbang hampir 30 persen dari total nasional. Tidak hanya dari segi luasan, nilai transaksi ekonomi sektor perhutanan sosial di Jawa Timur juga menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Gubernur Khofifah membeberkan fakta bahwa komoditas kopi Jawa Timur sebanyak 62 persen disokong oleh sektor perhutanan sosial, yang sekaligus berkontribusi menyuplai sekitar 60 persen produksi kopi perhutanan sosial secara nasional. Demi mengeskalasi nilai tambah produk, Pemprov Jatim terus mendorong skema kerja sama pentahelix yang menghubungkan KTH dengan dunia industri, sektor swasta, serta lembaga perguruan tinggi untuk intervensi teknologi tepat guna dan perluasan penetrasi pasar internasional.

Sebagai penutup dalam prosesi pembukaan jambore, Kabupaten Madiun berhasil mengawinkan sukses penyelenggaraan dengan torehan prestasi. Bupati Madiun Hari Wuryanto secara resmi menerima penghargaan bergengsi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan kategori “Terbaik dalam Pendampingan Perhutanan Sosial”, sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan daerah dalam mengimplementasikan mandat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2023 tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial.

Leave a Reply