Ponorogo ( cokronews.com )— Persaingan ketat bakal mewarnai Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur 2026 yang melibatkan sekitar 390 atlet. Pun, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Ponorogo mengirimkan13 atletnya yang akan bertanding di Surabaya pada 17-21 Mei 2026.
Plt Bupati Lisdyarita ketika melepas 13 atlet pencak silat itu tetap berharap raihan medali bagi Ponorogo. Apalagi, cabor pencak silat terbukti mampu menyumbangkan 2 medali emas dan 1 perunggu dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX/2025 lalu. “Bertandinglah dengan semangat, disiplin, dan selalu menjunjung tinggi sportivitas. Harumkan nama Ponorogo di Kejurprov Pencak Silat Jatim,” pesan Bunda Lis –sapaan Lisdyarita– dari Pringgitan (rumah dinas bupati Ponorogo), Jumat (15/05/26).
Bunda Lis mengapresiasi langkah IPSI Ponorogo yang melakukan pembinaan atlet dengan baik. Kejuaraan kabupaten (kejurkab) pencak silat sudah tergelar untuk menyongsong kejurprov. “Ada pemusatan latihan, cabor pencak silat akan mampu mengulang prestasi di porprov,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua IPSI Ponorogo Miseri Efendi optimistis dari 13 atletnya mampu membawa pulang medali kejurprov. Sebab, persiapan sudah maksimal, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding. “Kejurprov menjadi ajang pembuktian sekaligus bahan evaluasi pembinaan yang selama ini berjalan,” terang anggota DPRD Jawa Timur itu.
Miseri tidak menampik persaingan ketat dalam kejurprov yang memperebutkan Piala Ketua Umum IPSI Jatim Bambang Haryo Soekartono (Piala BHS) itu. Namun, tetap ada peluang bagi atlet pencak silat Ponorogo mendulang medali. “Minimal menyamai prestasi di porprov tahun lalu,” ujarnya.
Dalam Porprov Jatim IX/2025, tercatat 515 atlet pencak silat ikut bertanding. Selain jumlah keikutsertaan atlet yang bertambah pesat, penguasaan teknik dan fisik mereka juga meningkat. “InsyaAllah atlet Ponorogo siap bersaing dan memberikan hasil terbaik,” ucap Miseri sembari menyebut tujuh pelatih akan mendampingi selama atlet bertanding di Surabaya.













