Gresik (cokronews.com) —- Pemerintah Kabupaten Gresik resmi menerjunkan gelombang pasukan pendataan menyusul dilepasnya 1.095 petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Prosesi pelepasan dan penyematan rompi kerja secara simbolis tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, dalam sebuah agenda khidmat di Hotel Aston Gresik pada Minggu (14/6/2026). Ribuan petugas terlatih ini dijadwalkan akan bergerak menyisir seluruh wilayah teritorial Gresik mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Dalam arahannya, Sekda Washil mengemukakan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional sepuluh tahunan yang mengemban misi vital dalam menyediakan basis data dasar seluruh aktivitas usaha di tanah air. Output data yang dihasilkan dari perhelatan SE2026 ini dipastikan menjadi rujukan utama bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merumuskan postur kebijakan makro, menstimulus iklim investasi, membuka lapangan kerja baru, mengeskalasi pemberdayaan UMKM, hingga mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat secara komprehensif.
Bagi Kabupaten Gresik sendiri, kevalidan data SE2026 memegang peranan yang sangat krusial mengingat posisi geografis dan geopolitik daerah ini sebagai salah satu pusat industri, perdagangan, jasa, dan logistik utama di Jawa Timur. Keberadaan objek-objek vital nasional seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Kawasan Industri Maspion, serta megaproyek Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) menjadi kluster ekonomi raksasa yang harus terpetakan secara presisi, bersandingan dengan data riil di sektor maritim, ekonomi kreatif, dan usaha mikro kecil menengah guna menyokong visi besar daerah menuju “Gresik Emas Mendunia”.

Guna memastikan kualitas pendataan berjalan optimal, Sekda Washil menitipkan pesan mendalam agar seluruh petugas di lapangan menjunjung tinggi integritas, profesionalitas, serta bersikap santun saat melakukan pencacahan dari rumah ke rumah (door to door). Pemkab Gresik juga menegaskan dukungan penuhnya lewat masifnya program sosialisasi multimedia serta koordinasi terpadu hingga ke level desa dan kelurahan demi membangun kepercayaan publik.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPS Kabupaten Gresik, Indriya Purwaningsih, menegaskan bahwa SE2026 merupakan potret instrumen statistik terbesar dan paling lengkap untuk mendata karakteristik ekonomi regional. Indriya mengingatkan bahwa keandalan metodologi dan canggihnya sistem digital yang diadopsi institusinya tidak akan berarti tanpa adanya dedikasi, kejujuran, serta kepatuhan para petugas terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah diajarkan selama masa pelatihan.













