Kediri (cokronews.com) —- Manajemen Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Kediri bergerak cepat melakukan langkah penataan dan memberikan kepastian pelayanan pasca-insiden kebakaran yang melanda ruang Tata Usaha (TU) serta ruang Kepala Sekolah. Berdasarkan hasil identifikasi dan pengecekan menyeluruh di lokasi kejadian, pihak madrasah memastikan seluruh dokumen penting, buku induk, serta arsip utama sekolah berada dalam kondisi aman dan tidak terdampak kerusakan material.
Kepala MTsN 1 Kota Kediri, Anwar Fauzi, mengemukakan bahwa kesiapan sistem administrasi sekolah dalam menghadapi situasi darurat ini tertolong oleh langkah digitalisasi yang telah diterapkan sebelumnya. Tercatat sekitar 80 persen arsip vital madrasah telah memiliki salinan cadangan (backup) berbasis digital yang tersimpan rapi dalam layanan penyimpanan awan (cloud storage). Dengan demikian, data-data otentik kelembagaan tetap dapat diakses sewaktu-waktu tanpa ada kekhawatiran kehilangan dokumen fisik.
Lebih lanjut, Anwar juga menegaskan bahwa seluruh berkas dan data terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dipastikan aman 100 persen. Hal ini dikarenakan seluruh tahapan seleksi dan administrasi siswa baru telah rampung dilaksanakan sebelum musibah kebakaran tersebut terjadi. Seluruh bukti fisik hingga daftar nama peserta didik baru telah terintegrasi dalam sistem digital, sehingga proses verifikasi lanjutan dapat berjalan normal tanpa hambatan teknis.
Melalui penanganan taktis ini, pihak MTsN 1 Kota Kediri menjamin bahwa insiden tersebut tidak akan mengganggu stabilitas roda administrasi maupun jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM). Fokus utama jajaran sekolah saat ini adalah melakukan sterilisasi dan penataan ulang pada ruangan yang terdampak. Pihak madrasah juga memastikan agenda Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) bagi peserta didik baru yang dijadwalkan bergulir pada 13 Juli mendatang akan tetap dilaksanakan secara matang sesuai rencana semula.













