Gatot Tri Resmi Gantikan Solichin sebagai Kalapas Kelas II A Kediri

CokroNews KEDIRI – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri resmi berganti. Kini jabatan itu dipegang oleh Gatot Tri Rahardjo. Pria asal Surabaya itu menggantikan Solichin yang kini mengemban jabatan baru sebagai Kalapas Kelas II A Banyuwangi.

Selama kepemimpinan Solichin ada pekerjaan rumah (PR) yang belum diselesaikan. Yaitu berkaitan dengan masalah kapasitas warga binaan yang membeludak. Idealnya, Lapas Kelas IIA dihuni 325 orang. Tapi sekarang, diisi 852 orang.

“Lapas overload ini memang menjadi persoalan hampir di seluruh wilayah. Namun diharapkan ke depan dengan peraturan terbaru bisa membantu mengurangi jumlah penghuni Lapas,” ungkap Gatot saat ditemui di ruangannya.

Dia menyebut akan berupaya memindahkan warga binaan khususnya yang memiliki hukuman tinggi. “Kami tetap berkolaborasi dengan lapas-lapas di Jawa Timur maupun di luar Jawa Timur. Termasuk di Nusakambangan. Pasti nanti ada kerjasama,” ucapnya.

Ya, relokasi warga binaan yang memiliki hukuman tinggi bisa menjadi opsi untuk mengurangi jumlah warga binaan. Mengingat lokasi Lapas Kelas II A Kediri berada di pusat Kota Kediri. Juga agar program pembinaan di lapas Kediri bisa berjalan dengan baik.

Untuk diketahui, pergantian kepemimpinan ini juga terjadi kepada Kepala Bapas Kelas II Kediri dari Niken Kartika Wismarini kepada Nurwan Rudiyanto. Rotasi pejabat struktural pun tak terlewatkan. Yaitu dari Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas dari Wenda Indra Bachtiar kepada Dhimas Isdwiyono, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dari Harry Suryadi Poespo Hardjono kepada Bambang Setiawan.

Serta Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban dari Fatah Adhi Reza kepada Aryo Pratama Wijaya Kusuma. Lapas Kediri juga menerima penambahan pejabat baru. Yakni Bunyamin sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha.

Pria yang dulunya menjabat di LPKA Blitar itu juga berkomitmen akan memaksimalkan peralatan dan petugas yang ada dalam mengawasi penyelundupan barang terlarang.

“Kami akan memaksimalkan peralatan dan petugas yang sudah ada. Agar tidak ada lagi barang terlarang yang masuk ke dalam Lapas,” pungkasnya sembari menyebut pihaknya berupaya mewujudkan Lapas zero Halinar (handphone, pungutan liar, dan narkoba).

Leave a Reply