Kab. Kediri (cokronews.com) — Sosialisasi Jalur Penerimaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) & Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Universitas Indonesia Tahun Ajaran 2026/2027 yang diselenggarakan di Ruang Joyoboyo, Kantor Kabupaten Kediri dihadiri oleh sejumlah siswa-siswi SMA, SMK, MAN dan sederajat Kabupaten Kediri (04/08).
Pada kesempatan ini, Universitas Indonesia secara khusus mengadakan sosialisasi perihal kesempatan belajar di Universitas Indonesia bersama Direktur Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia yaitu Prof. Dr. Luthfiralda Sjahfirdi, M.Biomed.
“DPMB mengajak siswa-siswa berprestasi SMA, SMK, MAN dan sederajat untuk berani mendaftar untuk berkuliah di Universitas Indonesia. Beberapa jalur penerimaan mewajibkan sekolah yang mendaftarkan siswa-siswa berprestasinya. Untuk itulah kami mengundang para pimpinan sekolah pada pertemuan ini. Besar harapan kami misi ini berhasil dengan banyaknya siswa berprestasi dapat berkuliah di Universitas Indonesia agar dapat ikut berperan serta membangun Kabupaten Kediri,” ungkapnya.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Bup turut hadir dalam sosialisi ini didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Dr. Mohamad Solikin dan Kepala Dinas Kabupaten Kediri Dr. Mokhamad Muhsin. Dalam sambutannya ia menjelaskan kedatangan tim dari Universitas Indonesia ke Kabupaten Kediri yaitu untuk memotret disparitas yang cukup tinggi. Yang artinya siswa-siswa yang tinggal di Jakarta atau Bandung atau kota-kota besar lainnya, ketika masuk Universitas Indonesia itu adalah suatu hal yang biasa. Sedangkan ketika dipotret disparitasnya, di Kabupaten-Kota Kediri hanya ada 4 siswa yang masuk Universitas Indonesia, tiga dari Kota Kediri dan satu dari Kabupaten Kediri.
“Universitas Indonesia hari ini punya kesempatan dan nanti akan dipaparkan, akan dijelaskan peluang-peluang yang saya harap adik-adik semua bisa masuk di Universitas Indonesia, bisa bersekolah di sana, bisa berkuliah di sana dan kembali lagi Kediri,” ujarnya.

Mas Bup juga menyampaikan akan berkomunikasi dengan Walikota Kediri Vinanda Prameswati untuk nantinya rembukan perihal peran pemerintah daerah terhadap siswa-siswi yang tidak mampu tetapi punya kompetensi karena mereka juga punya hak untuk bersekolah.
“Kalian harus bisa menakar seberapa besar probability dan chance kalian untuk masuk. Kalian sudah belajar habis-habisan, bukan karena kalian tidak pintar, tapi karena kalian belum beruntung,” ungkap Mas Bupati. “Kualitas pendidikan itu ditentukan dengan universitas. Dan universitas Indonesia sampai dengan hari ini sudah membuktikan sebagai universitas terbaik, tidak hanya di Indonesia, tapi universitas terbaik masuk di Asia. Maka kesempatan ini jangan kalian sia-siakan,” pesannya kepada siswa-siswi yang hadir. (Tania)














