Wabup Sumenep: HDDAP Perkuat Hortikultura dan Kesejahteraan Petani

CokroNrews SUMENEP – Kamis ( 16/04 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep mendorong Program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP), sebagai motor penggerak dalam transformasi sektor pertanian berkelanjutan, khususnya di wilayah lahan kering. 

HDDAP adalah program pengembangan pertanian yang membawa pendekatan komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan, penerapan teknologi tepat guna, hingga pengembangan rantai nilai produk hortikultura.

Ia menyatakan, Sumenep menjadi salah satu dari 13 Kabupaten seluruh Indonesia, yang menerima program HDDAP dengan sasaran prioritas 3 komoditas, yaitu pisang, bawang merah dan cabai. 

Berdasarkan data untuk komoditas pisang terbentuk 2 klaster di Kecamatan Batuputih, total luasan lahan 32,53 hektare, komoditas bawang merah terbentuk 4 klaster di Kecamatan Guluk-Guluk dengan total luasan lahan 49,77 hektare dan 7 klaster di Kecamatan Pasongsongan total luasan lahan 53,940 hektare.

Sedangkan Komoditas cabai rawit terbentuk 2 klaster di Kecamatan Ambunten, dengan total luasan lahan 62,87 hektare dan 16 klaster di Kecamatan Rubaru total luasan lahan 112,28 hektare.

Program berhasil tidak hanya diukur dari peningkatan produksi semata, tetapi  kemampuan dalam menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Karena itu, semua pihak bersinergi dan berkolaborasi agar setiap program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan, supaya hasilnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.