Kediri ( cokronews.com )—– Sementara itu, film bergenre zombie action ini merupakan adaptasi dari serial populer yang tayang di platform Vidio.
Selain Bandara Dhoho, lokasi syuting juga menyasar kawasan Hutan dan Perkebunan PTPN XII Satak. Pemilihan Kabupaten Kediri sebagai lokasi syuting menjadi salah satu keputusan strategis yang dinilai mampu memperkuat identitas visual film.
Kawasan Hutan Satak menawarkan lanskap alami yang khas dengan deretan pohon karet, kabut pagi yang pekat, serta atmosfer sunyi dan mencekam.
“Sangat sesuai dengan tema zombie. Karakter visual yang organik dan gelap dari kawasan ini memberikan nuansa autentik yang sulit ditemukan di lokasi lain,” ungkap CEO Screenplay Films Wicky V. Olindo.
Selain proses produksi, dampak promosi juga terasa melalui aktivitas para pemain yang membagikan pengalaman mereka selama berada di Kediri.
Terutama melalui media sosial. Konten-konten tersebut menampilkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta kuliner khas Kediri yang menarik perhatian publik luas.
Secara tidak langsung, hal ini menjadi strategi promosi pariwisata yang efektif karena menjangkau jutaan pengikut para pemain. Dukungan dari Pemkab Kediri juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan syuting.
Melalui kerja sama resmi dengan pihak produksi, pemerintah daerah menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan industri kreatif. Sekaligus mempromosikan potensi daerah.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat citra Kediri sebagai destinasi produksi film yang kompetitif. Tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.













