Polisi Lakukan Penyekatan di Perbatasan Kediri-Tulungagung untuk Mengantisipasi Rombongan Konvoi Luar Daerah

KEDIRI, JP Radar Kediri- Antisipasi potensi gesekan di jalan raya, aparat kepolisian melakukan penyekatan di perbatasan Kediri-Tulungagung, Kamis (16/4).

Langkah ini dilakukan seiring adanya kegiatan majelis dzikir dalam rangka haul masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo di Aula Muktamar.

Polisi menilai arus konvoi dari luar daerah berpotensi memicu gangguan kamtibmas jika tidak dikendalikan. Karena itu, penjagaan diperketat di sejumlah titik perbatasan.

Seperti yang dilakukan di kawasan perbatasan Kras-Tulungagung. Puluhan personel dari Polsek Ngadiluwih bersama tim gabungan dan Polsek Kras diterjunkan.

Sasaran utama adalah rombongan konvoi dari arah Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek yang datang dalam jumlah besar. Mereka dihentikan dan diminta putar balik untuk menghindari potensi gangguan di perjalanan.

Kapolsek Ngadiluwih AKP Budi Winariyanto mengatakan, langkah ini sebagai upaya preventif menjaga kondusivitas wilayah.

Dari hasil penyekatan, sekitar seribu peserta konvoi berhasil dihentikan di perbatasan. Kondisi tersebut sempat menyebabkan kemacetan total selama kurang lebih 30 menit. 

Namun, arus lalu lintas berangsur normal setelah petugas melakukan penguraian. Rombongan yang dihentikan kemudian diminta kembali ke daerah asal masing-masing. Petugas juga memberikan imbauan secara humanis agar tidak memaksakan masuk ke lokasi kegiatan.

Langkah ini dilakukan demi menjaga keamanan serta mencegah potensi konflik di jalan. Selain di perbatasan Kras-Tulungagung, kegiatan penyekatan serupa juga dilakukan di sejumlah titik perbatasan lainnya.

Hal ini untuk memastikan seluruh akses masuk menuju lokasi kegiatan tetap terpantau dan terkendali. Secara umum, situasi selama pengamanan berlangsung terpantau aman dan kondusif hingga kegiatan berjalan.