Berita  

Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri Mulai Beroperasi, Mbak Wali: Pendidikan Berkualitas untuk Semua Anak

Kediri (cokronews.com) —- Menandai babak baru pemerataan akses pendidikan, Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri resmi beroperasi dan memulai roda Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk jenjang SD, SMP, dan SMA pada Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026). Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, hadir langsung memberikan suntikan motivasi dan semangat kepada para peserta didik, orang tua wali murid, serta jajaran tenaga pendidik di momentum bersejarah tersebut.

Langkah ini menjadi lompatan krusial Pemkot Kediri dalam memperluas jangkauan layanan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan bermutu tinggi. Melalui kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, setiap anak dijamin memperoleh hak belajar yang layak dalam ekosistem lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif untuk melejitkan potensi diri.

Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali ini mengungkapkan bahwa program Sekolah Rakyat dirancang secara khusus untuk memberikan afirmasi positif bagi anak-anak dari keluarga rentan ekonomi yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 agar bisa mengenyam pendidikan berkualitas tanpa hambatan biaya.

“Harapannya, Sekolah Rakyat ini bisa menjadi wadah bagi anak-anak kita untuk belajar dengan aman dan nyaman, sekaligus meraih cita-cita setinggi langit. Sarana dan prasarana yang tersedia juga sangat mendukung. Anak-anak akan belajar, tinggal, serta mendapatkan pembinaan di sini. Apabila memiliki potensi di bidang seni, musik maupun olahraga, insya Allah semuanya akan difasilitasi. Semoga sekolah ini benar-benar menjadi tempat bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik,” urai Mbak Wali.

Pada klaster tahap awal, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 tercatat mencapai sekitar 192 siswa. Menariknya, para siswa tidak hanya datang dari lingkup Kota Kediri, melainkan juga dari Kabupaten Mojokerto. Sinergi dan kolaborasi lintas daerah ini diharapkan mampu memperluas spektrum kebermanfaatan program kemanusiaan ini di level regional.

Terkait kesiapan infrastruktur operasional, Mbak Wali memaparkan bahwa progres fisik secara keseluruhan telah menyentuh angka 94 persen. Gedung pembelajaran untuk jenjang SMP dan SMA dipastikan telah siap digunakan secara total, sementara untuk gedung SD saat ini masih dalam fase finalisasi penyelesaian. Sebagai solusi taktis, aktivitas KBM bagi siswa tingkat SD akan diakomodasi sementara waktu memanfaatkan ruang di gedung SMP dan SMA hingga seluruh pembangunan rampung.

Mengawali perjalanan akademis para siswa, Mbak Wali menitipkan pesan mendalam agar kesempatan emas ini dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan mengedepankan kedisiplinan, kerja keras, pantang menyerah, serta menjunjung tinggi rasa hormat kepada orang tua dan guru.

Selain itu, ia menegaskan agar Sekolah Rakyat di Bumi Panjalu bersih dari segala bentuk tindakan perundungan (zero bullying). Lingkungan sekolah harus dikonstruksikan penuh dengan semangat persaudaraan, tenggang rasa, saling membantu, gotong royong, dan menumbuhkan rasa kekeluargaan yang erat agar sekolah benar-benar menjelma menjadi rumah kedua yang aman bagi semua anak.

Agenda peresmian operasional ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, PIC Sekolah Rakyat Kementerian Sosial Neneng Rusmayanti, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mojokerto Tatang Marhaendrata, serta Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin.

Hadir pula jajaran asisten, kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Kediri, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri Nur Zam’ah, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Kabupaten Mojokerto Heri Susanto, jajaran perwakilan Forkopimda Kota Kediri, beserta ratusan orang tua wali murid dan peserta didik yang tampak antusias mengikuti jalannya acara.

Leave a Reply