Nganjuk ( cokronews.com ) —– Masyarakat Kabupaten Nganjuk, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan institusi pemerintah. Baru-baru ini, sebuah insiden dilaporkan terjadi di Kedai Candu, Desa Cerme, Kecamatan Pace.
Seorang wanita dengan penampilan rapi mengenakan baju batik, celana hitam, dan masker mendatangi kedai tersebut dan mengaku sebagai petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk. Oknum tersebut kemudian meminta sejumlah uang sebesar Rp150.000 dengan alasan sumbangan atau biaya “Program Kesehatan”.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, dr. Tien Farida Yani, menegaskan bahwa setiap kegiatan lapangan yang dilakukan oleh personel Dinkes maupun Puskesmas memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dan tidak melibatkan transaksi uang tunai secara langsung.
dr. Tien secara tegas menyatakan bahwa aksi yang terjadi di kedai tersebut merupakan tindakan ilegal. Oknum yang menggunakan batik dan masker, dipastikan bukan merupakan bagian dari jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk.
“Kami sampaikan kepada seluruh warga Nganjuk bahwa Dinas Kesehatan tidak pernah memungut biaya tunai di tempat usaha atau rumah warga dengan alasan ‘Program Kesehatan’ atau pemeriksaan apapun tanpa prosedur resmi daerah,” ujar dr. Tien dalam keterangannya.
Sebagai upaya edukasi publik, pihak Dinkes merinci tiga atribut wajib yang harus dimiliki oleh setiap petugas yang turun ke lapangan:
- Surat Tugas Resmi: Memiliki tanda tangan pejabat berwenang dan stempel basah asli.
- Kartu Identitas (ID Card): Menunjukkan identitas pegawai yang jelas.
- Seragam Dinas: Menggunakan seragam resmi yang telah ditetapkan.
dr. Tien mengimbau kepada masyarakat, terutama pelaku UMKM, untuk berani menolak jika didatangi individu yang mencurigakan. Masyarakat diminta tidak mudah percaya hanya dengan melihat penampilan rapi atau bukti pembayaran (kwitansi) yang dibuat sendiri oleh oknum tersebut.
“Jika ada oknum yang memaksa meminta uang, segera koordinasikan dengan perangkat desa setempat, Bhabinkamtibmas, atau Babinsa. Kami ingin memastikan iklim usaha di Nganjuk tetap kondusif tanpa ada gangguan dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Melalui klarifikasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk berharap informasi ini dapat tersebar luas ke seluruh lapisan masyarakat melalui grup-grup komunitas agar rantai penipuan ini dapat segera diputus.













