Pemkot Surabaya Kick Off Kelurahan Cantik 2026, Perkuat Data Akurat untuk Intervensi Tepat Sasaran

CokroNews SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya resmi memulai Kick Off Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) 2026 bertajuk “Statistik Berkualitas untuk Intervensi yang Akurat, Tepat, dan Berdampak Nyata”. Kegiatan ini digelar di Ruang Praban, Lantai 3 Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Kamis (23/4/2026).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menyampaikan bahwa program ini merupakan inisiatif berkelanjutan yang telah digulirkan sejak 2023. Memasuki tahun keempat, program ini diharapkan dapat segera direplikasi oleh seluruh wilayah.

Ia menjelaskan, karakter Kota Surabaya yang dinamis menuntut pengelolaan data yang terus diperbarui. Sebelumnya, pendataan telah dilakukan melalui program SDGs Desa, namun masih menghadapi tantangan, terutama pada proses validasi.

Pemkot Surabaya juga mengapresiasi dukungan BPS Surabaya dalam menyukseskan program ini. Pada 2026, Surabaya ditargetkan meraih predikat Kelurahan Cantik terbaik tingkat nasional.

Sementara itu, Kepala BPS Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menyampaikan bahwa program ini selaras dengan Agenda Pembangunan RPJMN 2025–2029, khususnya dalam mendorong kawasan perkotaan dan perdesaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Ia menambahkan, Kelurahan Cantik juga mendukung prioritas nasional dalam peningkatan produktivitas melalui pembangunan dari tingkat bawah, guna mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Sebagai tindak lanjut, hasil pendataan DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional) dijadwalkan dibagikan pada awal Mei 2026. Data ini akan menyajikan klasifikasi kesejahteraan masyarakat berbasis desil secara rinci.

Pada 2026, Kecamatan Kenjeran bersama empat kelurahan terpilih, Tambak Wedi, Tanah Kali Kedinding, Bulak Banteng, dan Sidotopo Wetan ditetapkan sebagai pilot project pemutakhiran data.

Program ini turut didukung pendampingan dari akademisi, termasuk kerja sama dengan Telkom University Surabaya dalam penguatan standar pengelolaan data statistik di tingkat kelurahan.

Selain itu, pembentukan agen statistik diharapkan mampu memperkuat pemahaman terhadap program Kelurahan Cantik, sekaligus mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilakukan secara masif melalui pendataan langsung ke masyarakat.

“Targetnya tidak hanya membentuk agen statistik, tetapi juga meraih predikat Kelurahan Cantik tingkat nasional. Surabaya sebelumnya telah masuk 10 besar tingkat provinsi dan 25 besar nasional pada 2025,” paparnya.

Hasil pembinaan nantinya akan dituangkan dalam buku monografi kelurahan serta diintegrasikan ke dalam situs resmi kelurahan.

Peran perangkat daerah (PD) juga dinilai krusial dalam mendukung program ini melalui intervensi berbasis data. Seperti Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) berfokus pada penurunan pengangguran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada sanitasi dan perbaikan rumah, serta Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam validasi layanan dasar.

“Empat kelurahan yang menjadi fokus saat ini membutuhkan intervensi prioritas di bidang perumahan, sanitasi, pendidikan, dan ketenagakerjaan berdasarkan data DTSEN,” pungkasnya.

Leave a Reply