Lumajang (cokronews.com) —- Komunikasi publik pemerintah terus mengalami transformasi yang signifikan. Tidak lagi sekadar menyampaikan informasi normatif mengenai program dan kegiatan, publikasi pemerintah kini diarahkan menjadi sarana edukasi yang mampu melejitkan pemahaman masyarakat, memperkuat partisipasi publik, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap performa pemerintah.
Esensi tersebut mengemuka secara mendalam dalam kegiatan Talkshow Jelajah Informasi dan Berita (JELITA) LPPL Radio Suara Lumajang yang mengusung tema “Publikasi Bukan Sekadar Pemberitaan, tetapi Edukasi untuk Masyarakat”, Senin (6/7/2026).
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Lumajang, Joko Sri Mardiyanto, menegaskan bahwa komunikasi publik mengemban peran strategis dalam menyokong penyelenggaraan pemerintahan yang terbuka, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, informasi yang diproduksi pemerintah harus mampu memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat mengenai arah kebijakan, program pembangunan, hingga tata kelola pelayanan publik. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya sekadar tahu, melainkan juga memahami esensi dan manfaatnya.
“Komunikasi publik harus mampu membangun pemahaman masyarakat. Informasi pemerintah harus menjadi rujukan yang kredibel sekaligus memberikan manfaat bagi publik,” ujar Joko Sri Mardiyanto.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang, Reza Hadi Kurniawan, ikut memberikan pandangannya. Ia menilai bahwa komunikasi publik yang sehat menjadi pilar penting dalam mendongkrak kualitas demokrasi di daerah. Hal ini lantaran masyarakat membutuhkan pasokan informasi yang valid dan benar sebelum mengambil sikap maupun keputusan.
Reza berharap tata kelola komunikasi publik di lingkungan Pemkab Lumajang terus dikembangkan secara kolaboratif lintas sektor. Langkah ini penting agar produk publikasi pemerintah ke depan semakin adaptif, akurat, edukatif, serta memberikan dampak perubahan yang positif bagi seluruh lapisan masyarakat.







