Berita  

Guna Atasi Timbulan Sampah 677 Ton per Hari, Pemkab Kediri Perkuat Program Kebersihan Lingkungan

Kediri (cokronews.com) —- Pemerintah Kabupaten Kediri gencar menggalakkan gerakan kebersihan lingkungan sebagai langkah nyata menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Komitmen tersebut diwujudkan lewat aksi resik-resik massal di kawasan Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG) pada Sabtu (6/6/2026), dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Aksi bersih-bersih sejak pagi hari ini melibatkan jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri bersama lintas sektor, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), petugas kebersihan, relawan lingkungan, hingga paguyuban pedagang di kawasan SLG. Usai bergotong-royong, para peserta mengikuti telekonferensi bersama Kementerian Lingkungan Hidup yang menyiarkan langsung puncak peringatan dari Buperta Cibubur, Jakarta Timur.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, menekankan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan belaka. Menurutnya, aksi nyata yang konsisten sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global saat ini.

“Yang terpenting dari kegiatan ini adalah aksi nyata. Kita bersama-sama melakukan gerakan kebersihan, peduli terhadap lingkungan, serta membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup dan menjaga kondisi iklim,” ujar Solikin.

Lebih lanjut, Solikin memaparkan bahwa Pemkab Kediri selama ini telah menggulirkan program kebersihan rutin hingga ke tingkat desa setiap hari Selasa dan Jumat. Program ini sengaja dirancang agar masyarakat terbiasa dan mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan di wilayah masing-masing.

Di tempat yang sama, Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menambahkan bahwa aksi di Taman Hijau SLG ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Terkait program rutin mingguan, Putut merinci bahwa setiap hari Selasa kebersihan difokuskan di lingkungan kantor instansi masing-masing untuk dilaporkan ke kementerian, sementara hari Jumat difokuskan di ruang publik terbuka.

Di sisi lain, Putut menggarisbawahi tantangan besar pengelolaan sampah seiring meningkatnya jumlah penduduk. Berdasarkan data DLH, potensi timbulan sampah di Kabupaten Kediri kini menembus angka sekitar 677 ton per hari. Angka ini dihitung dari jumlah populasi Kediri yang mencapai 1,6 juta jiwa, dengan estimasi produksi sampah rata-rata 0,4 kilogram per orang setiap harinya.

Melihat tingginya volume tersebut, Putut menegaskan bahwa penuntasan persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan hilir atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurutnya, kunci utama keberhasilan terletak pada penguatan tata kelola di tingkat hulu.

“Persoalan sampah tidak hanya diselesaikan di hilir atau di TPA saja. Yang lebih penting adalah penguatan pengelolaan sampah dari hulunya, yaitu sejak sampah dihasilkan dari rumah tangga dan lingkungan masyarakat,” pungkas Putut.

Oleh karena itu, Pemkab Kediri menyatakan akan terus mendorong edukasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pengurangan, pemilahan sampah rumah tangga, serta pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

Leave a Reply