Cokronews KEDIRI – Kapolres Bramastyo Priaji menghadiri tradisi Tebu Manten di Pabrik Gula PG Ngadirejo, Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri pada Sabtu (2/5/2026). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap dimulainya musim giling tebu tahun 2026.
Acara yang digelar di area pabrik tersebut diikuti manajemen, petani tebu, serta unsur Forkopimcam. Tradisi Tebu Manten sendiri merupakan agenda tahunan yang menandai dimulainya proses produksi gula dan menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menjaga kelancaran operasional pabrik, terutama karena tingginya mobilitas truk pengangkut tebu yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sekitar jalur distribusi.
Ia juga mengingatkan perlunya menjaga keamanan kawasan pabrik agar proses produksi dapat berjalan lancar. Menurutnya, kedisiplinan berlalu lintas dan stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung target produksi gula tahun ini yang diperkirakan mencapai 80 ribu ton.
Kapolres menegaskan bahwa sinergi antara pihak pabrik, petani, dan aparat keamanan sangat dibutuhkan, mengingat musim giling diperkirakan berlangsung sekitar 200 hari dengan aktivitas yang cukup padat.
Sementara itu, pihak manajemen PG Ngadirejo menjelaskan bahwa tradisi Tebu Manten bukan hanya seremoni pembuka musim giling, tetapi juga mengandung nilai budaya dan doa bersama sebagai simbol keteguhan hati dalam memulai proses produksi.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi bentuk perpaduan antara pelestarian tradisi, penguatan ekonomi pertanian tebu, serta upaya menjaga kelancaran industri gula di wilayah Kediri.











