CokroNews KEDIRI – Kecintaan pada dunia tari menjadi pintu awal Fajar Elok Pangestu menapaki panggung duta pariwisata. Dari sanggar hingga ajang pageant, dara asal Ngadiluwih itu kini membawa misi besar. Mengajak generasi muda kembali mencintai budaya dan tradisi lokal agar tidak tergerus zaman.
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, dara yang akrab disapa Elok itu sudah mulai menekuni dunia tari. Ia bergabung dengan sanggar dan aktif mengikuti berbagai kegiatan seni. Baik di tingkat kabupaten maupun kota. Kecintaannya pada seni budaya tumbuh sejak kecil. Didukung lingkungan dan kebiasaan yang mengenalkannya pada berbagai tradisi lokal. “Memang sudah suka dengan tari sejak kecil,” jelas gadis kelahiran 2006 itu.
Perjalanan itu berlanjut saat ia menempuh pendidikan di SMPN 1 Kras dan SMAN 7 Kota Kediri. Di masa SMA, ia semakin aktif mengasah kemampuan tari. Sekaligus memperluas pengalaman di dunia seni. Dari sinilah ia mulai dikenalkan pada dunia pageant oleh pembinanya di sanggar.
Awalnya, Elok hanya mencoba mengikuti ajang duta wisata tanpa latar belakang modeling maupun pageant. Ia bahkan mengaku sama sekali belum pernah belajar catwalk atau public speaking. Dengan bimbingan pelatih sanggar dan dukungan orang tua, ia menjalani persiapan singkat sekitar satu bulan.
Meski persiapan terbilang singkat, pengalaman pertamanya itu membuahkan hasil. Ia berhasil lolos sebagai finalis Duta Wisata Inu Kirana Kabupaten Kediri 2024. Dia terpilih menjadi Duta Investasi Kabupaten Kediri 2024.
Pengalaman itu menjadi titik balik yang membuatnya semakin tertarik pada dunia pariwisata. Tak berhenti di situ, ia juga terpilih sebagai serta meraih gelar Winner Mbak Mas Fakultas Teknik 2025. Itu saat Elok kuliah di Universitas Negeri Surabaya.
Saat ini, Elok tercatat sebagai mahasiswa semester dua jurusan pariwisata di Universitas Negeri Surabaya. Ia mengaku pilihannya kuliah di bidang pariwisata tak lepas dari pengalaman di dunia duta wisata. Baginya, pariwisata bukan hanya soal destinasi, tetapi juga tentang seni, budaya, dan sejarah yang menyertainya.
“Dari situ jadi tertarik, karena setiap tempat wisata pasti punya cerita, tradisi, dan budaya yang menarik untuk dipelajari,” ucapnya.
Berbagai prestasi di bidang seni juga telah ia raih. Di antaranya Juara 2 FLS2N Tari tingkat SMA se-Kota Kediri 2024, Juara 2 FLS2N Tari Kreasi tingkat SMP se-Kabupaten Kediri 2021, serta Juara 1 FLS2N Musik Tradisi tingkat SMP se-Kabupaten Kediri 2021. Pengalaman tersebut semakin menguatkan kecintaannya pada dunia seni budaya.
Namun di balik pencapaiannya, Elok mengaku sempat mengalami tantangan. Bahkan cibiran saat kecil karena menekuni tari. Hal itu justru menjadi motivasi untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa seni tradisi juga memiliki nilai tinggi. “Dulu diejek buat apa ikut-ikut tari,” kenangnya.
Kini, ia membawa misi untuk mengajak generasi muda lebih peduli terhadap budaya lokal. Ia melihat banyak anak muda yang mulai lebih tertarik pada budaya luar dan perlahan melupakan tradisi sendiri. Melalui perannya sebagai duta wisata dan aktivitas di media sosial, ia aktif membuat konten yang mengangkat seni, budaya, dan event pariwisata.











