Program TPPKT Ubah Kampung Cupang Jadi Cantik dan Bersih, Mbak Wali Entaskan Kawasan Kumuh di Kelurahan Ketami

CokroNews KEDIRI – Mengolaborasikan program Pusat dan daerah, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati fokus memermak kawasan kumuh menjadi kawasan yang cantik dan bersih.

Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Kediri, transformasi kawasan tersebut diharapkan tidak hanya jadi jujukan pariwisata. Melainkan juga meningkatkan ekonomi masyarakat.

Ada sejumlah program yang diwujudkan lewat pengentasan kawasan kumuh tersebut. Mulai dari pembangunan rumah tidak layak huni, pembangunan jalan dan pelebaran jalan, pembangunan jaringan air bersih.

Kemudian, penataan persampahan, pemasangan lampu-lampu, pembangunan drainase, hingga beautifikasi dengan membangun sejumlah tugu dan pengecatan mural di tembok dengan ikon ikan cupang.

Vinanda mengatakan, pengentasan kawasan kumuh di Ketami menggunakan anggaran Pusat, daerah, dan partisipasi masyarakat. Dia mencontohkan program pelebaran jalan di sana. Jalan yang semula sempit dan berwujud tanah, kini sudah dipaving dan diperlebar.

Demi mewujudkan hal tersebut, masyarakat bersedia menghibahkan sebagian tanah mereka. Sebagai gantinya, pemkot membuat sertifikat tanah secara gratis.

Selebihnya, pengentasan kawasan kumuh dilakukan dengan membangun rumah tidak layak huni di sana. Total ada 20 unit rumah warga di sana yang dibangun. Sebanyak 12 rumah di antaranya dibangun secara total dengan anggaran masing-masing Rp 50 juta. Delapan unit lainnya mendapat bantuan renovasi dengan anggaran masing-masing Rp 20 juta.

Mengecek kondisi kawasan yang kini bersih dan cantik, orang nomor satu di Pemkot Kediri itu mengapresiasi kinerja dinas perkim dalam menata kawasan. Tidak hanya jalan yang kini semakin lebar. Melainkan di sana juga dibangun drainase untuk mencegah banjir.

Melihat ada banyak lampu dengan ikon ikan cupang, Vinanda menyebut transformasi kawasan itu diharapkan memperkuat identitas Kelurahan Ketami sebagai sentra ikan cupang.

Kepala Dinas Perkim M. Anang Kurniawan yang mendampingi Vinanda mengecek lokasi menambahkan, pengentasan kawasan kumuh di Kelurahan Ketami menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (TPPKT) 2025.

Sesuai instruksi Mbak Wali, menurut Anang pembangunan kawasan kumuh di Kelurahan Ketami tidak hanya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat saja. Melainkan juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan mengangkat potensi sentra ikan cupang di sana.