Segera Perbaiki Jalan Pasar Induk Pare, Pemkab Kediri Siapkan Los Baru untuk Tekan Kemacetan

CokroNews KEDIRI – Pemkab Kediri berencana melakukan perbaikan sarana dan prasarana di Pasar Induk Pare tahun ini. Perbaikan dilakukan karena sejumlah titik di kawasan pasar mengalami kerusakan. Salah satunya akibat aktivitas bongkar muat kendaraan besar.

Selain itu, pemkab juga menyiapkan tambahan los bagi pedagang lesehan yang selama ini berjualan di tepi jalan pasar.

Sehingga menyebabkan kemacetan di dalam pasar. Pasar Induk Pare menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar. Lantaran aktivitas jual beli di sana yang tinggi.

“Kendaraan yang datang tidak hanya kecil tapi juga truk besar untuk bongkar muat. Sehingga di beberapa titik terjadi penurunan dan kerusakan jalan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih.

Namun begitu aktivitas perdagangan yang tinggi menyebabkan lalu lintas kendaraan besar juga meningkat.

Sebab, kendaraan ini perlu melakukan bongkar muat setiap hari. Kondisi itu menyebabkan beberapa ruas jalan di dalam pasar mengalami penurunan dan kerusakan.

Tutik mencontohkan, di bagian selatan pasar terdapat beberapa titik yang mengalami penurunan.

Hingga akhirnya memicu genangan air di depan los pedagang. Kerusakan tersebut terjadi karena intensitas kendaraan besar yang keluar masuk untuk aktivitas distribusi barang.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini akan melakukan perbaikan. “Insyaallah 2026 ini ada perbaikan,” tegasnya. Meski demikian, Disdagin juga memiliki sejumlah prioritas penataan di kawasan pasar.

Salah satunya menyiapkan tempat khusus bagi pedagang lesehan yang selama ini berjualan di pinggir jalan.

Keberadaan pedagang tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan. Pasalnya, sebagian badan jalan digunakan untuk berjualan.

Karena itu, pihaknya menyiapkan 11 petak los dengan ukuran sekitar 5 x 4 meter untuk menampung pedagang secara bertahap.

“Sebelumnya pedagang lesehan hanya sekitar 50 pedagang. Kini jumlahnya mendekati 150 orang,” jelasnya terkait pedagang di tepi jalan pasar yang sebabkan kemacetan di dalam pasar.

Tutik menjelaskan, los tersebut nantinya akan ditempati pedagang yang selama ini berjualan di bahu jalan.

Penataan dilakukan secara bertahap. Dengan sistem pengelompokan pedagang berdasarkan jenis komoditas yang dijual.

“Penataan pedagang lesehan sebenarnya sempat direncanakan dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Namun rencana itu ditunda agar tidak mengganggu aktivitas perdagangan saat momen ramai pembeli,” terang Tutik sembari menyebut pasca lebaran pengisian pedagang dapat diproses.

Hendri Ariawan, salah satu pedagang mengatakan bahwa jalan pasar yang rusak itu rawan bagi kendaran besar yang melintas.

Sebab, kendaraan yang akan bongkar muat di situ posisisnya miring dan rawan terguling. Karena itu, sebelumnya pedagang melakukan swadaya untuk menguruk area yang berlubang. 

“Kita izin mau nguruk swadaya. Antisipasi kecelakaan. Kita ajukan ke kantor, kita ngomong, ternyata akhirnya pasar yang nguruk,” jelentrehnya.

Walau sudah ditimbun agar kemiringan jalan tidak terlalu parah, Hendri mengaku para pedagang tetap mengajukan perbaikan.

Terutama yang lebih permanen. Sebab, hanya urukan saja tidak akan awet dan becek. Terkait pengajuan itu, menurutnya pihak pasar juga sudah melakukan tindaklanjut.