CokroNews Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi kembali memancarkan pesona tradisi melalui Ritual Adat Seblang Olehsari yang digelar setiap awal bulan Syawal sebagai bagian dari warisan budaya leluhur.
Ritual yang berlangsung di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah ini dijadwalkan selama tujuh hari, mulai Senin (23/3/2026) hingga Minggu (29/3/2026).
Seblang Olehsari merupakan prosesi sakral yang dipercaya sebagai ritual tolak bala sekaligus bersih desa, dengan tujuan menjaga masyarakat dari berbagai marabahaya.
Pada tahun ini, penari Seblang diperankan oleh Sayu Apriliani (20), putri dari Muhammad Putra Wahyudi dan Irawati. Gadis yang akrab disapa Lia tersebut menjalani debut perdananya setelah menggantikan Putri Ramadhani yang telah menjadi penari selama tiga tahun terakhir.
Pemilihan penari dalam tradisi ini tidak dilakukan secara sembarangan. Penari harus memiliki garis keturunan dari pelaku sebelumnya dan dipilih melalui proses supranatural.
Saat pertunjukan dimulai dan alat musik pengiring dimainkan, penari akan memasuki kondisi trance atau tidak sadarkan diri. Dalam kepercayaan setempat, kondisi tersebut menandakan bahwa tubuh penari dirasuki energi leluhur yang membimbing setiap gerakan tari.
Kepala Desa Olehsari, Joko Mukhlis, mengaku bersyukur atas kelancaran pelaksanaan hari pertama ritual tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat berlangsung aman hingga akhir rangkaian.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan tradisi agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut mengapresiasi keberlangsungan ritual tersebut. Ia menilai tradisi Seblang menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.











