Kediri ( cokronews.com )— Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kembali menggelar pagelaran budaya Inspiration Art of Tegowangi di kawasan Candi Tegowangi, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Sabtu (9/5/2026) malam.
Ribuan masyarakat memadati area pertunjukan untuk menyaksikan gelaran seni budaya yang tahun ini memasuki pelaksanaan keempat sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222.
Pagelaran tersebut mengusung kisah Sudamala dengan konsep pertunjukan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Latar megah Candi Tegowangi yang disorot cahaya lampu malam menghadirkan suasana eksotis dan sakral selama pertunjukan berlangsung.
Perpaduan seni tari, drama kolosal, musik tradisional, hingga tata artistik modern membuat penampilan para seniman berhasil memukau ribuan penonton yang hadir.
Dalam sambutan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sonny Subroto, ditegaskan bahwa budaya harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, bukan sekadar slogan semata.
Menurut Mas Dhito, pertunjukan budaya di kawasan cagar budaya menjadi sarana penting untuk menghubungkan sejarah masa lalu dengan generasi masa kini dan masa depan.
“Harapannya generasi muda, terutama Gen Z dan Gen Alpha, bisa lebih mengenal dan mencintai kekayaan budaya melalui pertunjukan seni seperti ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ruang-ruang pertunjukan budaya agar seni tradisi di Kabupaten Kediri tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi.
“Budaya bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan yang membentuk cara berpikir dan bersikap masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Disparbud Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan antusiasme masyarakat terhadap gelaran tahun ini sangat tinggi. Hal tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus menghadirkan pertunjukan budaya yang lebih baik setiap tahunnya.
Menurutnya, konsep pementasan sengaja dipadukan dengan kawasan cagar budaya agar masyarakat semakin mengenal sejarah dan warisan budaya Kabupaten Kediri.
“Kami ingin kesenian menjadi jembatan untuk memperkenalkan Candi Tegowangi yang memiliki nilai sejarah tinggi,” jelasnya.
Mustika menambahkan, pertunjukan dengan latar belakang candi memberikan nuansa yang berbeda dibanding lokasi biasa karena menghadirkan kesan lebih hidup, estetik, dan sakral.
Disparbud Kabupaten Kediri juga berkomitmen menjadikan Inspiration Art of Tegowangi sebagai agenda budaya tahunan. Selain menjadi ruang berekspresi bagi para seniman, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar.
Salah satu pengunjung asal Pare, Fenty, mengaku rutin menghadiri pagelaran tersebut setiap tahun. Ia menilai konsep tahun ini terasa berbeda karena lebih menonjolkan drama kolosal dibanding pertunjukan tari seperti sebelumnya.
“Setiap tahun selalu ada konsep baru, jadi menarik untuk ditonton lagi,” ungkapnya.







