Berita  

Pemkab Kediri Kaji Penerapan Sekolah 5 Hari untuk TK hingga SMP

Kediri ( cokronews.com )—–Pemerintah Kabupaten Kediri tengah mengkaji penerapan sistem sekolah lima hari untuk jenjang TK, SD, hingga SMP. Wacana ini disampaikan langsung oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), sebagai bagian dari evaluasi sistem pendidikan di daerah.

Mas Dhito mengatakan, saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia telah menerapkan pola sekolah lima hari. Karena itu, Kabupaten Kediri mulai menyesuaikan dengan melakukan kajian mendalam terhadap kemungkinan penerapan kebijakan tersebut.

“Kita sedang mengkaji untuk jam sekolah atau waktu hari sekolah menjadi 5 hari yang sekarang masih 6 hari,” ujar Mas Dhito usai mengunjungi SDN Wonorejo Wates, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, meski kajian sedang berjalan, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibahas lebih lanjut, terutama terkait perubahan jam belajar dan penyesuaian aktivitas pendidikan.

“Sedang ada beberapa kendala yang harus diselesaikan, karena ini menyangkut perubahan jam dan hari belajar,” tambahnya.

Menurut Mas Dhito, kewenangan pengaturan sekolah lima hari untuk jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP berada di tingkat kabupaten, sehingga pemerintah daerah memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian sesuai kondisi masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, M. Muhsin, membenarkan bahwa pembahasan internal sudah mulai dilakukan, termasuk pengajuan nota dinas terkait wacana tersebut.

Namun, sebelum diterapkan, Dinas Pendidikan masih melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, terutama tokoh agama dan pondok pesantren. Hal ini dinilai penting karena di Kabupaten Kediri banyak lembaga pendidikan keagamaan seperti TPQ, madrasah diniyah, dan pondok pesantren yang memiliki kegiatan belajar di sore hari.

“Masih kita komunikasikan dengan tokoh-tokoh agama, termasuk pondok pesantren,” jelas Muhsin.

Pemerintah Kabupaten Kediri berharap kajian ini dapat menghasilkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan sekaligus tidak mengganggu aktivitas pembelajaran di lingkungan masyarakat.