Cokronews KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri menjadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 sebagai momentum untuk memperkuat pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah. Fokus utama diarahkan pada perluasan akses belajar, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan yang belum bersekolah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, M Solikin, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan yang setara. Perhatian khusus diberikan kepada anak yang masuk kategori ekonomi rendah (desil 1–2) agar tidak tertinggal dalam akses pendidikan.
Dalam sambutan Bupati Hanindhito Himawan Pramana yang dibacakan Sekda, disebutkan bahwa Hardiknas menjadi momen refleksi untuk memperkuat semangat pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia dengan nilai ketulusan dan pembentukan karakter.
Sejalan dengan kebijakan nasional, pemerintah juga menekankan penguatan kualitas pendidikan melalui pembangunan sarana, peningkatan kompetensi guru, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Pemkab Kediri turut mendukung dengan berbagai program seperti beasiswa, insentif tenaga pendidik, dan penguatan pendidikan karakter di sekolah.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, M Muhsin, melaporkan adanya penurunan jumlah anak tidak sekolah (ATS). Hingga akhir April 2026, lebih dari 5.000 anak telah kembali ke bangku sekolah, meskipun masih terdapat sekitar 6.000 anak yang menjadi fokus penanganan lanjutan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Pendidikan menyiapkan sejumlah program seperti gerakan satu guru satu anak tidak sekolah, kunjungan rumah (home visit), serta pencegahan putus sekolah setelah penerimaan peserta didik baru. Program ini juga didukung bantuan beasiswa dan perlengkapan sekolah.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Kediri berharap tidak hanya menekan angka anak tidak sekolah, tetapi juga memastikan keberlanjutan pendidikan agar tidak kembali terjadi putus sekolah di masa mendatang.













