MEDIA CokroNews.com KABUPATEN LUMAJANG – Pemerintah menegaskan kesiapan sistem layanan haji yang terintegrasi secara menyeluruh (end-to-end) dalam proses pemberangkatan 1.256 jemaah haji asal Kabupaten Lumajang pada musim haji 2026. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji kini tidak lagi dilakukan secara terpisah-pisah, melainkan berbasis sistem yang terukur, terkoordinasi, dan memiliki tingkat risiko yang lebih rendah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lumajang, Umar Hasan, menyampaikan bahwa seluruh tahapan layanan telah dipersiapkan secara komprehensif, mulai dari administrasi, pemeriksaan kesehatan, penjadwalan kloter, hingga koordinasi keberangkatan.
“Semua proses sudah kami pastikan terhubung dalam satu sistem, sehingga setiap tahap bisa dipantau dan dikendalikan dengan baik,” ujarnya pada Selasa (5/5/2026).
Dari aspek administrasi, sebagian besar dokumen jemaah, termasuk visa, telah rampung. Hal ini mencerminkan peningkatan efisiensi layanan sekaligus kemampuan sistem dalam mengantisipasi berbagai potensi kendala sejak dini.
Untuk pengaturan keberangkatan, jemaah dibagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 98, 99, 100, dan 101. Pembagian ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengendalian agar pergerakan jemaah berlangsung tertib, terjadwal, dan terorganisasi dengan baik.
Keandalan sistem semakin diperkuat melalui integrasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan maskapai penerbangan dan berbagai pihak terkait. Dengan pendekatan ini, seluruh komponen layanan berjalan dalam satu mekanisme yang terpadu, bukan secara terpisah.
Selain itu, aspek kesehatan juga menjadi bagian penting dalam sistem layanan terpadu. Seluruh jemaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebagai langkah mitigasi risiko selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah.
Menurut Umar Hasan, pendekatan berbasis sistem ini menjadi faktor utama dalam peningkatan kualitas layanan haji.
“Dengan sistem yang terintegrasi, potensi kendala dapat diminimalkan dan pelayanan kepada jemaah menjadi lebih maksimal,” jelasnya.
Melalui penguatan sistem layanan yang semakin solid, pemberangkatan jemaah haji Lumajang tahun ini tidak hanya menunjukkan kesiapan teknis, tetapi juga mencerminkan transformasi pelayanan publik yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepastian layanan.
Pendekatan end-to-end system memastikan setiap jemaah memperoleh layanan yang aman, tertib, dan terjamin sejak tahap persiapan hingga keberangkatan.













