Cokronews KEDIRI – Bupati Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengunjungi Marsiah (104), calon jemaah haji (CJH) asal Desa Bulu, Kecamatan Semen, yang tercatat sebagai jemaah tertua di Indonesia. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian sekaligus doa restu menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci.
Dalam kunjungannya, Bupati yang akrab disapa Dhito itu tiba sekitar pukul 11.30 didampingi sejumlah kepala OPD. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap kondisi Marsiah yang tetap bugar secara fisik maupun mental meski usianya telah melampaui satu abad.
Menurut Dhito, kemampuan komunikasi dan daya ingat Marsiah masih sangat baik, berbeda dengan banyak lansia yang pernah ia temui sebelumnya. Ia pun memanfaatkan momen tersebut untuk menitipkan doa agar Kabupaten Kediri senantiasa dalam keadaan aman dan sejahtera.
Sebagai bentuk dukungan, Dhito menyerahkan bantuan berupa kursi roda, uang saku, serta makanan khas Kediri seperti sambal pecel. Kursi roda tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas Marsiah selama menjalani rangkaian ibadah haji. Ia juga memastikan bahwa Marsiah akan berangkat bersama anaknya serta mendapat pengawasan khusus dari petugas haji daerah.
Marsiah sendiri mengaku bahagia atas kunjungan tersebut. Ia menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima, terutama kursi roda yang sangat dibutuhkan. Menjelang keberangkatan, ia telah mempersiapkan perlengkapan pribadi dan rutin menjaga kebugaran dengan berjalan kaki di sekitar rumah.
Di sisi lain, kondisi kesehatan jemaah haji di Kabupaten Kediri juga menjadi perhatian. Dinas Kesehatan mencatat terdapat 281 CJH yang masuk kategori risiko tinggi. Mereka umumnya memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung.
Menurut keterangan Dinkes, jemaah dengan kondisi tersebut diwajibkan disiplin dalam mengonsumsi obat serta rutin memeriksakan diri kepada tenaga medis selama pelaksanaan ibadah haji. Setiap kelompok terbang (kloter) akan didampingi oleh petugas kesehatan guna memastikan kondisi jemaah tetap terpantau.
Adapun jemaah haji asal Kabupaten Kediri dijadwalkan berangkat dalam kloter 109 hingga 112. Kloter 109 sampai 111 akan diberangkatkan menuju embarkasi pada 19 Mei, sedangkan kloter 112 menyusul sehari setelahnya.













