Kediri ( cokronews.com )— Kenaikan harga avtur mulai berdampak pada layanan kargo di Bandara Internasional Dhoho Kediri. Setelah sebelumnya masih mempertahankan tarif lama, maskapai akhirnya melakukan penyesuaian biaya jasa pengiriman barang melalui jalur udara.
Penyesuaian tarif tersebut mulai diberlakukan sejak 27–28 April lalu. Kenaikan tarif rata-rata berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kilogram untuk berbagai rute pengiriman antarpulau.
PIC DMK Kargo Kediri Elka Dwi mengatakan, kenaikan tarif dipicu meningkatnya biaya operasional penerbangan akibat harga avtur yang ikut naik.
“Mulai tanggal 27–28 sudah naik. Rata-rata naik seribu sampai seribu lima ratus,” ujarnya.
Sebelumnya, tarif layanan kargo melalui Bandara Dhoho masih tergolong lebih murah dibandingkan sejumlah bandara lain, termasuk Bandara Juanda Surabaya. Namun setelah tarif mengalami penyesuaian, pengguna jasa mulai mengurangi pengiriman barang melalui jalur udara.
Dampak tersebut mulai terasa dalam dua pekan terakhir. Aktivitas pengiriman barang melalui layanan kargo Bandara Dhoho disebut mengalami penurunan drastis hingga nyaris tidak ada aktivitas.
Selain faktor kenaikan tarif, penurunan permintaan pengiriman juga dipengaruhi melemahnya permintaan barang dari luar daerah tujuan distribusi. Kondisi itu turut memengaruhi arus distribusi barang melalui jalur udara.
Akibatnya, aktivitas kargo di Bandara Internasional Dhoho Kediri hingga kini belum kembali stabil. Meski demikian, pelaku usaha berharap kondisi pasar segera membaik agar permintaan pengiriman barang dapat kembali meningkat.
Jalur pengiriman udara dinilai masih menjadi pilihan utama, terutama untuk distribusi barang yang membutuhkan waktu pengiriman cepat. Pelaku usaha juga berharap tidak ada lagi kenaikan tarif dalam waktu dekat agar aktivitas kargo kembali bergairah.







