CokroNews BATU – Harapan masyarakat dan kalangan pelajar untuk menikmati fasilitas literasi yang lebih fleksibel di Kota Batu masih terganjal waktu operasional.
Keluhan muncul terkait terbatasnya jam buka layanan di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Batu maupun Taman Baca Masyarakat (TBM) yang tersebar di wilayah tersebut.
Salah satu keluhan datang dari kalangan siswa yang merasa waktu layanan saat ini kurang mengakomodasi kebutuhan mereka.
Hatira Negeri Kusuma, siswi SMP Ahmad Yani Batu, menyayangkan terhadap jadwal pelayanan perpustakaan yang dianggap terlalu singkat, yakni hanya sampai pukul 14.00 WIB, dan hanya buka setiap Senin sampai Jumat.
Menurut Hatira, jadwal tersebut sangat mepet dengan jam pulang sekolah. Biasanya, para siswa baru menyelesaikan kegiatan belajar di sekolah sekitar pukul 12.30 WIB. Praktis, mereka hanya memiliki waktu yang sangat terbatas untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebelum pintu layanan ditutup.
Kondisi ini menyulitkan para pelajar yang ingin melakukan aktivitas literasi di luar jam sekolah. Padahal, perpustakaan menjadi jujukan utama bagi siswa untuk mencari referensi buku, meminjam novel kegemaran, hingga mengerjakan tugas sekolah yang membutuhkan suasana tenang dan sumber data yang lengkap.
Tidak hanya soal jam operasional harian, ketiadaan layanan pada akhir pekan juga menjadi sorotan. Hatira menyebut, banyak pula pelajar yang sebenarnya ingin menghabiskan waktu libur mereka dengan membaca atau berkunjung ke perpustakaan pada akhir pekan, namun sayangnya fasilitas tersebut justru tutup.
Padahal, hari libur akhir pekan dianggap sebagai waktu yang paling ideal bagi siswa untuk bersantai sambil menambah wawasan tanpa terburu-buru oleh jadwal pelajaran.
Minimnya akses di hari libur ini dinilai kontraproduktif dengan semangat meningkatkan minat baca di Kota Batu.
Para pelajar berharap agar Pemerintah Kota Batu, melalui dinas terkait, dapat mengevaluasi kembali jam operasional perpustakaan.
Perpanjangan waktu hingga sore hari serta pembukaan layanan pada akhir pekan menjadi saran utama yang disuarakan oleh para pemuda.
Dengan jam operasional yang lebih panjang, diharapkan Perpustakaan Daerah maupun Taman Baca Masyarakat dapat benar-benar menjadi pusat aktivitas positif bagi generasi muda.
Fasilitas publik ini diharapkan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi mampu hadir sebagai ruang kreatif yang mudah diakses kapan saja.













