Berita  

Dinsos Kota Kediri Survei 36 Ribu KK Miskin untuk Penyaluran BLT DBHCHT

Kediri ( cokronews.com )— Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri akan melakukan survei terhadap lebih dari 36 ribu kepala keluarga (KK) yang masuk kategori miskin dalam desil 1–4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pendataan ini dilakukan untuk memastikan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun ini lebih tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, mengatakan verifikasi lapangan tersebut merupakan langkah pertama yang dilakukan secara menyeluruh untuk bantuan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Ini kami lakukan verifikasi ke semuanya dari desil 1–4. Harapannya nanti data ini bisa menjadi database kami dari desil 1–4,” ujar Imam.

Ia menjelaskan, selama ini data penerima bantuan dari Kementerian Sosial hanya berbentuk BNBA (by name by address), sehingga belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan. Karena itu, Dinsos Kota Kediri bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri akan turun langsung untuk melakukan pendataan ulang.

Rencananya, sebanyak 36.710 KK yang masuk kategori desil 1–4 akan disurvei secara langsung oleh petugas di lapangan. Hasil verifikasi ini nantinya diharapkan dapat menjadi dasar pembaruan data sosial ekonomi masyarakat.

Imam juga menyebutkan bahwa hasil survei ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Kementerian Sosial, terutama terkait perubahan kondisi warga yang sudah mengalami peningkatan kesejahteraan.

“Misalnya dari hasil kondisi rumah dan kemampuan ekonominya sudah bisa dianggap naik desil,” jelasnya.

Sementara itu, penyaluran BLT DBHCHT tahun ini akan menyasar sekitar 5.700 warga fakir miskin. Masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 juta. Selain itu, bantuan juga akan diberikan kepada kelompok lain seperti anak yatim, lansia, dan buruh pabrik rokok.

Program ini diharapkan mampu memperkuat ketepatan sasaran bantuan sosial sekaligus memperbarui basis data kemiskinan di Kota Kediri agar lebih akurat dan sesuai kondisi terkini masyarakat.