Cokronews KEDIRI – Tahapan awal SPMB Kota Kediri 2026/2027 untuk jenjang SD dan SMP di Kota Kediri mulai dibuka pada 4 Mei 2026, dengan jalur pertama yaitu afirmasi. Pendaftaran jalur ini hanya berlangsung selama dua hari.
Jalur afirmasi disediakan dengan kuota sekitar 15 persen untuk SD dan minimal 20 persen untuk SMP. Jalur ini ditujukan bagi dua kelompok, yaitu keluarga ekonomi tidak mampu serta penyandang disabilitas.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri, Ibnu Qoyim, menjelaskan bahwa calon peserta dari keluarga tidak mampu harus terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada kategori desil 1–5. Data yang digunakan merupakan hasil pembaruan hingga April 2026.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring menggunakan NIK, dengan pengunggahan dokumen seperti akta kelahiran, kartu keluarga, bukti DTSEN, serta nilai rapor khusus untuk jenjang SMP. Jika terdapat kendala, orang tua dapat meminta bantuan melalui sekolah asal atau layanan helpdesk di dinas pendidikan.
Seleksi SPMB tahun ini juga menekankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Untuk jenjang SD, penilaian didasarkan pada usia, tingkat kesejahteraan (DTSEN), dan domisili, sedangkan untuk SMP mengacu pada status DTSEN dan nilai rapor.
Selain jalur afirmasi, SPMB Kota Kediri juga membuka jalur lain seperti mutasi, prestasi, dan domisili. Pemerintah daerah juga sebelumnya melakukan pendataan bagi lulusan luar kota yang berdomisili di Kediri agar dapat mengikuti proses seleksi dengan tertib.
Di sisi lain, Wali Kota Vinanda Prameswati menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan mendorong transformasi pendidikan berbasis digital serta inklusif di daerahnya.
Sebagai dukungan bagi siswa baru, Pemerintah Kota Kediri juga menyiapkan program seragam gratis untuk seluruh siswa SD dan SMP dengan anggaran lebih dari Rp5 miliar. Program ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua menjelang tahun ajaran baru.













